GOSIPGARUT.ID — Kantor Urusan Agama (KUA) di Jalan Wirabakti Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, disatroni maling, Selasa (26/11/2019) malam. Pada peristiwa yang terjadi sekira pukul 19:00 WIB itu sepeda motor merk Honda Beat milik kepala KUA (naib) nyaris raib.
Kepala KUA Cisewu, Wilden, saat dihubungi di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa kantornya didatangi tamu tak diundang terjadi saat keadaan kantor kosong. Waktu itu, ia yang hampir saban malam tidur di kantor, sengaja meninggalkan kantornya untuk sholat isya di Masjid Besar Cisewu yang tidak jauh dari KUA tersebut.
Wilden pergi ke masjid ditemani seorang stafnya, Aa Juanda, yang suka menemani tidur di kantor. Sementara di dalam kantor terdapat dua sepeda motor milik Wilden dan kepunyaan Aa Juanda. “Waktu kami tinggalkan, pintu kantor dalam keadaan dikunci,” terang Wilden.
Ia mengetahui bahwa ke kantornya dimasuki maling, saat sepulangnya dari masjid hendak mengambil handphone yang ia simpan di ruang kerjanya. Ternyata, ketika mau diambil, handphone merk Samsung itu sudah raib alias tidak ada pada tempatnya.
Bahkan bukan hanya handphone, melainkan dompet milik Wilden yang berisi uang dan surat-surat penting juga hilang. Kuat dugaan barang-barang tersebut diambil setelah maling gagal membawa salah satu sepeda motor.
“Di dalam dompet itu ada KTP, Karpeg, STNK, kartu ATM, uang Rp 300 ribu, dan surat lainnya. Juga bukan hanya milik saya, dompet dan handphone milik Aa Juanda pun hilang,” ujar Widen.
Ia memastikan jika maling masuk ke kantornya dengan target akan mengambil sepeda motor, sebab setelah diperiksa ternyata kunci kontak motor milik Wilden pun sudah jebol. Malahan kunci T yang dipakai maling untuk menjebol kunci kontak pun sampai patah.
“Anehnya hanya kunci kontak sepeda motor saya yang jadi sasaran, sementara sepeda motor milik Aa Juanda tidak diapa-apakan. Padahal kalau mau diambil, kunci kontak sepeda motor milik Aa masih menggantung pada motornya,” kata Wilden yang diamini oleh Aa Juanda.
“Kemungkinan setelah menjebol kunci kontak sepeda motor tidak berhasil, kemudian maling menyasar barang lainnya (handphone dan dompet) untuk dibawa,” lanjutnya.
Baik Wilden maupun Aa Juanda memastikan jika maling masuk ke kantor lewat jendela samping yang dicongkel terlebih dahulu. Sebab pada jendela itu ditemukan kerusakan bekas dicongkel dan ada jejak kaki manusia.
“Sementara saat keluar, maling itu dipastikan lewat pintu belakang. Karena waktu diperiksa, ditemukan pintu yang semula dikunci sudah terbuka kuncinya,” ujar Aa Juanda.
Peristiwa masuknya maling dan raibnya dompet dan handphone milik Wilden dan Aa Juanda itu langsung dilaporkan ke Kepolisian Sektor Cisewu. Saat itu juga, sejumlah aparat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. ***



.png)



















