oleh

Setelah Tak Dilewati Jalan Provinsi, Suasana Kampung Cibungur Talegong Sepi

GOSIPGARUT.ID — Kampung Cibungur adalah ibukota Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Dulu, kampung ini relatif ramai, karena selain merupakan pusat kota kecamatan juga dilintasi jalan provinsi yang menghubungi Kabupaten Bandung dan Pantai Rancabuaya di Garut Selatan.

Karena ramainya lalu lintas manusia dan kendaraan bermotor di sana, pertumbuhan ekonomi di Kampung Cibungur pun lumayan pesat. Banyak toko aneka produk kebutuhan warga yang berdiri di sana, selain sejumlah kantor pemerintahan yang lebih dahulu dibangun.

Di Cibungur terdapat kantor Kecamatan Talegong, Puskesmas, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan, Kantor Urusan Agama (KUA), SMPN 1 Talegong, SMAN 21 Garut, dan kantor lainnya. Di Cibungur pun muncul “pasar” kecil yang bisa didatangi para pembeli dari sejumlah kampung di sekitarnya.

Baca Juga:   Pemudik Disarankan Gunakan Jalur Cileunyi-Nagreg Ketimbang Kamojang-Ibun

Sejak Kampung Cibungur jadi ibukota kecamatan, banyak rumah penduduk yang semula berbentuk rumah panggung pun dibangun permanen. Meski tidak diperoleh data detail berapa jumlah rumah keseluruhan yang telah didrikan di kampung yang kondisi alamnya berupa tebing dan pegunungan tersebut.

Camat Talegong, Caca Riva’i, saat hendak dimintai komentarnya ihwal hal tersebut, Minggu (10/11/2019), menolak untuk dihubungi. Seorang perempuan yang ada di rumah pribadi Caca menyatakan bahwa Caca sedang istirahat.

Baca Juga:   Miliki Rumah Layak Huni, Do'a Nenek di Talegong Ini pun Terkabulkan

“Bapaknya sedang istirahat, dan agak sakit,” kata dia.

Kondisi Kampung Cibungur, Kecamatan Talegong, kini sepi. (Foto: Galih Pawarti)

Pada Minggu siang itu kondisi Kampung Cibungur tampak sepi. Di sekitaran rumah pribadi Caca yang dulunya sebagai pusat perbelanjaan di Kecamatan Talegong hanya terdapat dua warung yang buka. Itu pun tak terlihat ada pembelinya.

Sedangkan di jalanan Kampung Cibungur hanya bebeberapa kendaraan roda dua yang berlalulalang. Dulu, kampung yang ramai itu, kini setelah delapan tahun lalu tidak lagi dilintasi jalan provinsi Bandung – Pantai Rancabuaya berubah 180 derajat, menjadi sepi.

Baca Juga:   Perbaikan Jalan di Talegong Andalkan Swadaya Masyarakat, Kemana Dana Desa?

Kondisi tersebut tentunya sangat kontras dengan kondisi jalan provinsi Bandung – Rancabuaya yang pada delapan tahun silam dipindahkan dari Kampung Cibungur ke tiga kilometer di luar kampung itu.

Seiring dengan ramainya arus lalulintas antara Bandung – Pantai Rancabuaya, maka kehidupan dan keramaian sepanjang jalan baru (provinsi) di Kecamatan Talegong itu pun terus menggeliat. ***

Komentar

Berita Terkait