Berita

Eceng Gondok Tumbuh Subur di Sungai Cimanuk, Dinas LH: Itu Tidak Membahayakan

×

Eceng Gondok Tumbuh Subur di Sungai Cimanuk, Dinas LH: Itu Tidak Membahayakan

Sebarkan artikel ini
Eceng gondok tumbuh subur di sungai Cimanuk Garut. (Foto: Pap Dindin)

GOSIPGARUT.ID — Sejak sebulan lalu muncul fenomena alam langka di sungai Cimanuk kawasan Jembatan Copong Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Di mana, permukaan sungai itu dipenuhi tanaman eceng gondok, dan tanaman air lainnya.

Menurut warga di bantaran sungai Cimanuk, fenomena alam tersebut baru pertama kali terjadi di musim kemarau ini. Warga merasa khawatir dengan kemunculan eceng gondok itu. Sebab jika hujan turun, bisa saja menimbulkan banjir.

“Saya asli warga di sini baru pertama kali melihat sungai Cimanuk dipenuhi eceng gondok. Warga juga takut jika terjadi hujan hingga aliran sungai tersumbat lalu terjadi banjir lagi,” kata Usep Somantri (56) warga setempat.

Baca Juga:   Tamil Festival Indonesia 2025 Hadir di Medan: Konser Musik Tamil Terbesar di Indonesia

Ia menambahkan, fakta ini muncul sejak bulan lalu. Permukaan air sungai Cimanuk dari mulai jembatan Copong terlihat hijau hingga ke pintu bendungan Copong. Kondisi air yang semula terlihat hitam dan menimbulkan bau tak sedap akibat limbah, kini hanya terlihat hamparan tanaman gulma jenis monokotil itu.

“Sebelumnya tidak terlalu padat tapi belakangan malah permukaan air pun tidak terlihat,” ujar Usep.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Garut, Uu Saepudin mengatakan, tanaman itu tumbuh karena faktor alam akibat kesuburan air. Kondisi itu tidak membahayakan meskipun turun hujan.

Baca Juga:   Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%, Hilirisasi Minerba Sumbang Investasi US$20 Miliar

“Akibat air tidak mengalir maka tumbuh lah tanaman itu. Tak hanya eceng gondok saja tetapi ada tumbuhan lainnya. Biasanya banyak juga warga yang memamfaatkannya.” ujarnya.

Eceng gondok tumbuh subur di sungai Cimanuk Garut. (Foto: Pap Dindin)

Uu menyebutkan, pihaknya hanya melakukan penelitian pada kwalitas kondisi airnya saja, sedangkan yang bertanggungjawab untuk membersihkan tanaman itu ada di pihak lain, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk.

“Yang bertanggungjawab dan membersihkan sungai itu bukan kami tapi BWWS. Kalau takut banjir jika turun hujan karena dikhawatirkan aliran sungai Cimanuk tersumbat itu juga bagian teknis BWWS,” kata dia.

Sementara itu, aktivis lingkungan hidup, Suryaman Anang Suatma berharap, instansi terkait segera turun tangan. Untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan, ia meminta Pemkab Garut berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung.

Baca Juga:   Seorang Remaja Terseret Arus Sungai Cimanuk di Garut

“Jadi jangan hanya bicara itu bukan tanggungjawab Pemkab Garut. Memang kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung untuk penanganannya. Tapi alangkah baiknya instansi terkait di Garut juga proaktif,” ujarnya.

Suryaman berharap ada langkah kongkrit dari Pemkab Garut dan BBWS. “Kalaupun tidak ditangani Pemkab Garut, paling tidak kita berupaya menanggulangi jangan sampai terjadi lagi banjir,” katanya. (Pap Dindin)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *