oleh

Keputusan KPU yang Menetapkan Mulan Jameela Menggantikan Ervin Luthfi Rancu

GOSIPGARUT.ID — Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan artis Mulan Jameela sebagai calon terpilih anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Partai Gerindra Dapil Jabar XI, mendapat sorotan banyak pihak. Bahkan di Kabupaten Garut, banyak warga yang memprotes keputusan tersebut.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padjajaran misalnya, menganggap bahwa keputusan KPU yang menetapkan Mulan Jameela dengan menyetujui pergantian antar waktu (PAW) atas caleg terpilih Ervin Luthfi adalah rancu. Sebab hal ini tidak menghormati hasil pemilu yang sudah ditetapkan KPU sebelumnya.

“Ini berpotensi melanggar hukum,” tandas pendiri LBH Padjajaran, Hasanuddin, dalam siaran persnya yang diterima Sabtu (21/9/2019).

Ia menegaskan, tidak mengerti dengan istilah PAW yang dipakai untuk menggati Ervin Luthfi oleh Mulan Jameela. Sebab yang bersangkutan belum dilantik. “Ini adalah kerancuan nyata,” ujar Hasanuddin.

Menurut dia, jika ada kebijakan internal partai terkait PAW, semestinya KPU menjalankan terlebih dahulu pelantikan yang bersangkutan, dan baru memproses PAW jika memang ada permintaan dari partai.

“KPU harus konsisten dengan keputusannya, dan menghormati proses demi kepastian dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemilu,” ujar Hasanuddin.

Baca Juga:   Puluhan Ribu Kertas Surat Suara Pilpres di Garut Rusak

PAW tanpa pelantikan yang bersangkutan terlebih dahulu yang disetujui oleh KPU, tambah dia, menandaskan KPU bekerja tidak berdasarkan UU tetapi kebijakan partai. “Ini berbahaya bagi proses demokrasi dan pengakuan terhadap hasil pemilu,” katanya.

Oleh karenanya, Hasanuddin berharap KPU kembali kepada keputusan semula yang sudah final dan mengikat dengan merevisi kembali keputusan PAW atas Ervin Lutfi. “Memang dimungkinkan adanya PAW atas kebijakan partai, namun sebaiknya tempuh terlebih dahulu proses yang sudah ada,” ucap dia.

Terjadinya PAW atas calon terpilih Ervin Luthfi oleh Mulan Jameela yang raihan suaranya pada Pileg lalu jauh di bawah Ervin, Hasanuddin menduga akibat politik balas budi Prabowo Subianto kepada Ahmad Dhani (suami Mulan) dengan mengorbankan Ervin Luthfi.

Sementara itu pengurus DPC Partai Gerindra Garut, Syam Yosep, saat ditanya wartawan soal kabar penggantian Ervin Luthfi oleh Mulan Jameela, membenarkan kabar itu.

“Ya benar dicoret, diganti Mulan Jameela. Tapi seharusnya ketua DPC ya yang bicara lebih lanjut soal ini. Dilematis sebenarnya, justru ketika amar putusan pengadilan tidak dipatuhi, partai Gerindra juga akan dicap sebagai tidak patuh pada hukum, ” kata dia.

Baca Juga:   Ketua DPD Golkar Garut pun Prediksi Dapat Tiga Kursi di Dapil 3

Syam juga menegaskan dicoretnya Ervin tidak semata karena alasan politis, namun merupakan bentuk kepatuhan hukum dari Partai besutan Prabowo Subianto itu.

“Justru karena Gerindra patuh pada hukum. Pendapat saya pribadi ya, ini ada hubungannya dengan adanya gugatan dari 8 caleg, bukan dapil Garut saja, tapi dari beberapa Dapil, termasuk keponakan Pak Prabowo. Tapi keponakan pak Prabowo mancabut gugatannya, tapi yang lain maju, salah satunya Mulan jameela,” tuturnya.

Disebutkan Syam, gugatan tersebut didaftarkan di pengadilan negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 520/pdtsus/parpol/2019 /PN.Jkt.sel. Pihak penggugatnya para caleg, pihak tergugat satu DPP Partai Gerindra dan tergugat dua KPU.

“Salah satu amar putusannya mengabulkan gugatan penggugat, jadi setuju dengan dalil penggugat bahwa DPP berhak menentukan dan menetapkan calon terpilih apabila suara partai lebih besar dari suara caleg tersebut. Dalil itu yang dikabulkannya, poin pentingnya,” terang Syam.

Baca Juga:   KPU Jabar: Kegiatan Reses Anggota Legislatif Harus Bebas dari Kampanye

“Pertanyaannya kenapa tidak Fakhrurozi (peraih suara terbanyak kedua setelah Ervin), karena Fakhrurozi tidak menjadi penggugat. Karena Mulan Jameela yang menggugatnya, pengadilan memutuskan mengabulkan gugatan penggugat, Fakhrurozi bukan penggugat,” lanjutnya.

Syam kembali menegaskan bila Partai Gerindra hanya menjalankan amar putusan pengadilan, bukan karena ada masalah dengan Ervin. “Semata – mata hanya itu, tidak ada masalah lain, bukan masalah politis, tidak ada masalah antara partai dengan Ervin,” ujarnya.

Untuk diketahui, Ervin Luthfi merupakan Caleg DPR RI asal partai Gerindra nomor urut 6 dari Dapil Jawa Barat XI (Kabupaten Garut, Kota Tasik, Kabupaten Tasikmalaya). Ervin meraih suara 33.983 di Dapil ini. Ia juga berhasil menempati posisi ketiga terbanyak setelah Muhammad Husein Fadlulloh dan Subarna.  

Sedang Mulan Jameela, berada di peringkat kelima dengan perolehan 24.192. Sedang berdasarkan hasil penghitungan suara keseluruhan partai dan caleg di KPU, Gerindra mendapat jatah tiga kursi di Dapil Jabar XI. (Gun/Rmol/Fj)

Komentar