oleh

Langgar Peraturan, PKL di Jalan Cikuray Garut Ditertibkan Petugas Gabungan

GOSIPGARUT.ID — Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) musiman yang berjualan di bahu Jalan Cikuray, Kota Garut, terpaksa ditertibkan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena melanggar UU No. 22 Tahun 2009, tentang lalulintas, dan Perda No. 17 Tahun 2018, tentang K3 (ketertiban, kebersihan, dan keindahan).

“Kami menjalankan UU tentang lalulintas jalan, dimana jalan diperuntukan bagi kendaraan. Selain itu di sini (Jalan Cikuray) sudah ada Perbupnya untuk parkir. Yang mau belanja ke mana-mana parkirnya di sini, ini target operasi kami. Ternyata para pedagang tidak tahu, dikiranya bisa dipakai jualan, mereka kooperatif,” kata Kepala Dishub Garut, Suherman, saat memimpin penertiban didampingi Kepala Satpol PP, Hendra S, Selasa (14/05/2019).

PKL di Jalan Cikuray, Kota Garut, ditertibkan petugas gabungan, Selasa (14/5/2019). (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

Kasatpol PP menegaskan, jika para pedagang setelah diberikan penjelasan mengenai aturan yang ada di UU, maupun Perda tersebut, tidak digubris, maka akan diambil tindakan lebih tegas.

Baca Juga:   Pegiat Lingkungan Tolak Perubahan Status CA Papandayan dan Kamojang

“Jika setelah himbauan dan pendekatan persuasif tetap membandel, ya terpaksa kita terapkan sanksi. Sanksi yang ada di Perda itu, bisa denda Rp. 50 juta, atau hukuman kurungan 3 bulan. Tapi saya berharap sanksi tidak sampai terjadi, mereka cukup kooperatif,” ujar Hendra.

Terkait UU No. 22 Tahun 2009 itu, tambah Suherman, ruhnya ada tiga. Yakni, lancarnya arus lalulintas yang aman, tertib, dan terkoneksi. Selanjutnya, adanya kepastian hukum, dan adanya jaminan bagi masyarakat untuk bisa berinvestasi. (Yuyus)

Komentar

Berita Terkait