GOSIPGARUT.ID — Kepastian jadwal pengoperasian jalur reaktivasi kereta api antara Cibatu – Garut, yang cenderung berlarut-larut ternyata masih menunggu lampu hijau Ditjen Perekeretaapian Kemenhub.
Pembangunan trek yang sebelumnya mangkrak itu sebenarnya sudah rampung sejak Juni 2021. Meski demikian, izin operasional terhadap jalur yang dinantikan warga setempat itu tak kunjung muncul.
“Kita cuman menunggu surat dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub saja, secara kesiapan (difungsikan) sudah tak ada masalah,” tandas Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Kamis (30 Desember 2021).
Ia menuturkan, pihaknya justru mengharapkan akses transportasi tersebut segera beroperasi. Dengan demikian potensi ekonomi Garut dan sekitarnya bisa terangkat termasuk aktivitas pariwisata yang memang diandalkan.
KA juga bisa jadi alternatif pilihan mengingat jalur darat Jakarta – Bandung ke Garut yang sudah padat sehingga kerap menghadirkan kemacetan terutama pada akhir pekan.
Kenapa izin operasional dari Kemenhub belum turun juga, Kang Emil tak mau berspekulasi. Kemungkinan, katanya, kementerian terfokus pada penanganan angkutan Natal dan Tahun Baru. Terlebih, pandemi Covid-19 belum berakhir menyusul ancaman sebaran varian omicron.
Hanya saja, Kang Emil memperkirakan lintas peninggalan kolonial itu bisa berfungsi penuh antara Januari-Februari 2022. Izin dari pusat diharapkan sudah keluar.
“Mungkin ketahan Nataru ya. Karena SDM hingga infrastrukturnya kan sudah siap, kalau surat itu datang, setelah Januari ada, ya Bandung – Garut otomatis Jakarta ke Garut bakal bablas, lancar,” kata mantan Walikota Bandung itu.
Terpisah, Jubir PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo menyatakan bahwa petak Cibatu – Garut yang sudah terhubung secara penuh sudah dalam kondisi siap operasi. Pengecekan pun berkali-kali dilakukan.
Kendati demikian, mereka pun masih menunggu izin untuk menggunakan trek yang dibangun dari anggaran sendiri itu. Proyek ini pun bisa disebut sebagai langkah reaktivasi pertama di antara jalur-jalur KA lama lainnya yang sukses difungsikan kembali.
“Untuk operasional sendiri kami sudah siap,” tegasnya. Sembari menantikan izin tersebut dikeluarkan, pihaknya berkonsentrasi dalam menjaga kemantapan jalur. Pasalnya, setelah rampung, sebagian titik di lintas sepanjang 19,5 Km itu malah dijadikan tempat pembuangan sampah.
Kesiapan lainnya adalah mereka tengah menggelar survei guna memetakan rute perjalanan dari Garut ke sejumlah kota lainnya. Operator plat merah itu siap menggarap pasar “Kota Dodol”.
“Untuk surveinya memang bukan dari Daop, kemungkinan dari Pusat,” kata Kuswardoyo. (SM)



.png)





