GOSIPGARUT.ID — Sejumlah warga di lintas Jabar Selatan mengaku sangat terbantu dengan keberadaan bus Damri jurusan Pangandaran – Garut Selatan — Sindangbarang (Cianjur Selatan), yang menjadi salah satu pilihan transportasi. Sayangnya, hal itu tak didukung dengan keberadaan terminal yang representatif.
Seperti yang dikeluhkan salah satu supir bus Damri, Samsul (45). Menurutnya, selama ini para supir tersebut terpaksa ‘membuat’ terminal bayangan. Padahal, untuk hari-hari libur, jumlah penumpang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Kami berharap pemerintah segera membangun terminal, ya minimal tipe A. Supaya para penumpang juga bisa nyaman dan jelas akan lebih membantu perjalanan juga,” katanya.
Samsul menjelaskan, sampai saat ini, sudah ada enam unit bus milik BUMN Kemenhub itu yang melayani trayek tersebut. Untuk memudahkan para penumpang, Alun-alun Sindangbarang pun dipilih dengan pertimbangan lebih mudah dijangkau.
“Soalnya yang paling ramai kan di sini, jadi mangkalnya ya di Alun-alun Sindangbarang,” tuturnya.
Samsul mengungkap, untuk trayek Sindangbarang-Pangandaran, pihaknya mematok ongkos Rp70 ribu, Sindangbarang -Garut Selatan Rp50 ribu dan Sindangbarang-Teggalbuleud Rp40 ribu.
Ongkos tersebut, jelasnya, sudah terbilang murah jika dibandingkan dengan fasilitas yang didapatkan penumpang dari bus Damri. “Ada AC dan tempat duduk nyaman,” ucap Samsul.
Sementara, Dadang (50) salah satu warga setempat mengatakan, keberadaan bus Damri jurusan Pangandaran — Garut Selatan — Sindangbarang, diakuinya cukup membantu. Apalagi kini, warga pun tak kesulitan untuk mendapatkan transportasi sampai ke tujuan.
“Tapi belum ada terminalnya,” kata dia seraya menuturkan, jika ada terminal resmi, tentu akan lebih banyak memberikan manfaat kepada warga. Apalagi, dengan adanya terminal, akan banyak transportasi yang bisa jadi pilihan warga.
“Makin banyak pilihan transportasi kan makin bagus. Jadi dikelola,” tutupnya. (PJ/Gun)



.png)















