GOSIPGARUT.ID — Kepala Desa Simpen Kaler, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Wawan Suherman, mengusulkan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian di wilayahnya. Gagasan tersebut dilatarbelakangi besarnya potensi sektor pertanian di Garut Utara yang dinilai membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) muda yang memiliki kompetensi di bidang pertanian.
Desa Simpen Kaler merupakan salah satu desa di Kecamatan Limbangan yang memiliki potensi hasil pertanian cukup besar, terutama komoditas jagung, tembakau, padi, dan berbagai tanaman palawija. Dalam satu kali musim panen, produksi jagung maupun tembakau dari wilayah tersebut disebut mampu mencapai ribuan ton.
Menurut Wawan, potensi tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di sisi lain, diperlukan regenerasi petani yang memiliki pengetahuan dan keterampilan agar sektor pertanian dapat berkembang secara berkelanjutan.
Desa Simpen Kaler sendiri merupakan desa pemekaran yang kini menjadi wilayah terluas di Kecamatan Limbangan dengan luas sekitar 12.000 hektare. Selain memiliki lahan pertanian yang luas, desa ini juga berbatasan dengan sejumlah desa lain, seperti Desa Ciwangi dan Desa Pangeureunan, yang memiliki karakteristik dan potensi pertanian serupa.
“Kami memiliki gagasan agar di Desa Simpen Kaler berdiri SMK Pertanian. Bukan tanpa alasan, karena siswa dari Desa Simpen Kaler maupun desa-desa sekitar bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya transportasi yang cukup besar. Selain itu, potensi pertanian di Garut Utara dapat terus ditingkatkan melalui generasi muda yang memiliki keahlian di bidang pertanian,” kata Wawan saat berbincang dengan GOSIPGARUT.ID, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, meskipun di Kabupaten Garut telah tersedia sejumlah SMK negeri, keberadaan SMK yang secara khusus berfokus pada bidang pertanian masih sangat terbatas. Karena itu, menurutnya, pendirian SMK Pertanian di Garut Utara akan membuka akses pendidikan vokasi yang lebih dekat bagi masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan daerah yang didominasi sektor agraris.
“SMK negeri memang sudah ada, tetapi SMK Pertanian di Kabupaten Garut jumlahnya masih sangat terbatas. Kami akan terus berupaya agar sekolah tersebut dapat berdiri di Desa Simpen Kaler sehingga mampu mengakomodasi siswa dari wilayah sekitar dan melahirkan generasi muda yang ahli di bidang pertanian,” ujarnya.
Wawan yang juga menjabat sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Limbangan menuturkan, pengembangan pendidikan vokasi di bidang pertanian merupakan bagian dari upaya menyiapkan regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian daerah.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan kelompok tani, luas areal tanaman jagung di Desa Simpen Kaler mencapai sekitar 4.700 hektare dengan produksi sekitar 8.000 ton setiap kali panen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan apabila didukung SDM yang kompeten.
“Kami memiliki potensi jagung dan tembakau yang sangat besar. Dari sekitar 4.700 hektare tanaman jagung saja dapat menghasilkan sekitar 8.000 ton setiap kali panen. Ini merupakan potensi luar biasa yang perlu dikembangkan melalui generasi muda yang mendapatkan pendidikan pertanian,” tuturnya.
Selain jagung, komoditas tembakau juga menjadi penopang ekonomi masyarakat. Wawan menyebutkan, setiap wilayah penghasil tembakau mampu memproduksi sekitar 3.600 bal. Satu bal terdiri atas 10 ikat dengan nilai jual sekitar Rp600.000 per ikat.
“Nilai ekonomi tembakau sangat besar dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Potensi ini akan semakin berkembang apabila generasi muda dibekali pendidikan dan keterampilan khusus di bidang pertanian,” katanya.
Melalui usulan tersebut, Pemerintah Desa Simpen Kaler berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Dinas Pendidikan Jawa Barat, agar rencana pendirian SMK Pertanian di Garut Utara dapat direalisasikan.
“Kami berharap permohonan ini mendapat dukungan dari Bapak Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Bapak Bupati Garut, dan Bapak Gubernur Jawa Barat. Harapan kami, SMK Pertanian di Desa Simpen Kaler dapat terwujud untuk mencetak generasi muda yang unggul dan mampu mengembangkan sektor pertanian di Garut Utara,” ujar Wawan. (Ai Karnengsih)



.png)











