Berita

Viral Ruang Kelas Dipenuhi Kotoran Kelelawar, DPRD Garut Desak SDN 1 Sukanagara Segera Direhabilitasi

×

Viral Ruang Kelas Dipenuhi Kotoran Kelelawar, DPRD Garut Desak SDN 1 Sukanagara Segera Direhabilitasi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan (tengah), mengunjungi salah satu ruang kelas di SDN 1 Sukanagara, Kampung Pasirsalam, Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, yang videonya viral di media sosial memperlihatkan dipenuhi kotoran kelelawar dan memiliki plafon rusak.

GOSIPGARUT.ID — Kondisi salah satu ruang kelas di SDN 1 Sukanagara, Kampung Pasirsalam, Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan ruangan dipenuhi kotoran kelelawar dan memiliki plafon rusak beredar di media sosial. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mendesak pemerintah daerah segera melakukan rehabilitasi demi menjamin keselamatan siswa dan guru.

Yudha bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Peundeuy, pemerintah Desa Sukanagara, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meninjau langsung sekolah tersebut pada Kamis (23/7/2026). Peninjauan juga dihadiri Camat Peundeuy, Danramil, Kapolsek, serta perangkat desa untuk memastikan kondisi bangunan yang menjadi perhatian publik.

Saat berada di lokasi, rombongan menemukan ruang kelas yang dipenuhi kotoran kelelawar. Selain mengganggu kebersihan dan kesehatan, plafon ruangan juga terlihat mengalami kerusakan sehingga dinilai berisiko ambruk apabila tetap digunakan sebagai tempat belajar.

Baca Juga:   Eks Aktivis Garut: Pembentukan Kabupaten Limbangan dengan Perda, Keliru!

Yudha mengatakan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Menurut dia, ruang kelas yang menjadi sarang kelelawar dengan plafon rusak sudah tidak memenuhi syarat untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas. Ruang kelas yang dipenuhi kotoran kelelawar dan plafonnya rusak sudah tidak layak digunakan karena berpotensi membahayakan,” kata Yudha di sela peninjauan.

Baca Juga:   Peneliti PISP: Penggunaan Hak Angket Terhadap Bupati Garut Kadaluarsa

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut yang membidangi pendidikan, Yudha meminta Pemerintah Kabupaten Garut segera mengambil langkah konkret agar proses rehabilitasi dapat segera dilaksanakan. Ia menilai, perbaikan infrastruktur pendidikan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

Menurut Yudha, pendanaan rehabilitasi tidak harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mengusulkan agar pemerintah juga mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari BUMD maupun perusahaan swasta untuk membantu percepatan perbaikan sekolah.

Selain itu, Yudha mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut ikut berkontribusi membantu rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama apabila anggaran pemerintah belum mencukupi.

Baca Juga:   Pemprov Jabar Siapkan Rp500 Juta untuk Pipanisasi Atasi Kekeringan di Kertajaya Garut

Ia mengungkapkan, kerusakan di SDN 1 Sukanagara tidak hanya terjadi pada satu ruang kelas. Sejumlah ruangan lain juga memerlukan rehabilitasi agar seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan sehat.

Temuan tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penanganan. Dengan kondisi bangunan yang lebih layak, para siswa dan guru diharapkan dapat menjalankan proses pembelajaran tanpa dihantui risiko keselamatan akibat kerusakan fasilitas sekolah. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *