Berita

Bareng Mahasiswa, Emak-emak Leuwigugur Ubah Sampah Jadi Berkah

×

Bareng Mahasiswa, Emak-emak Leuwigugur Ubah Sampah Jadi Berkah

Sebarkan artikel ini
Sampah di tangan emak-emak Kampung Leuwigugur, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang menjadi barang kerajinan unik. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Beragam inovasi dimunculkan masyarakat untuk mengatasi persoalan sampah. Di Garut, ada sekelompok emak-emak yang mengolah sampah menjadi berkah dengan menjadikannya kerajinan tangan yang unik.

Mereka berada di Kampung Leuwigugur, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Ibu rumah tangga di sini menyikapi permasalahan sampah dengan mengolahnya sendiri.

Ide pengolahan sampah menjadi kerajinan itu diinisiasi sejumlah mahasiswa Universitas Garut yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tempat itu.

Baca Juga:   Viral, Video Seorang PNS Wanita Berjoget di Atas Kursi Sambil Menenggak Miras

“Masyarakat di sini sudah punya bank sampah, jadi sampah sudah bersih. Kami hanya memberikan ide untuk mengolahnya menjadi kerajinan agar sampah bisa jadi berkah,” ujar salah seorang mahasiswa Uniga, Hakim Ghani, kepada wartawan Jumat (08/02/2019).

Emak-emak di Kampung Leuwigugur, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, sedang mengolah sampah menjadi barang kerajinan unik. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

Beragam kerajinan dihasilkan, mulai dari tempat tisu dari kemasan kopi, hingga tempat pensil yang dibuat dari sampah bekas air mineral. Hakim mengatakan, program tersebut mulai berjalan beberapa hari terakhir.

Baca Juga:   Libatkan Seratusan Orang, Evakuasi Mobil Ambulans Masuk Jurang di Mekarmukti Makan Waktu Lama

“Kami mengapresiasi kesadaran menjaga lingkungan yang mulai tumbuh di masyarakat di sini,” katanya seraya menambahkan, program ini kedepannya diharap bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi emak-emak Leuwigugur.

Mahasiswa berharap agar pemerintah terkait bisa memberikan pelatihan berkesinambungan kepada masyarakat, termasuk menyiapkan pasar bagi masyarakat untuk menjual kerajinannya.

“Meskipun saat ini belum menghasilkan uang bagi masyarakat, kami yakin jika ditekuni terus ini merupakan potensi yang menjanjikan. Karena modalnya hanya dari sampah,” pungkas Hakim. (Yuyus YS)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *