GOSIPGARUT.ID — Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mengevaluasi kinerja Menteri Perdagagang (Mendag) Enggartiasto Lukito yang dinilai kerap mengambil kebijakan yang kontraproduktif.
Salah satunya melakukan impor beras di saat petani sedang panen dan stok masih tersedia. Kemudian membuat pernyataan yang kerap menimbulkan kontroversial. Seperti ucapanya bahwa gula lokal memiliki kualitas jelek sehingga dodol garut cepat bulukan karena menggunakan gula lokal.
“Hal ini dapat merugikan para petani akibat kebijakan impor yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan. Indonesia adalah negara Agraris. Tapi faktanya, Indonesia malah impor. Selain impor beras mendag juga mengimpor gula secara besar-besaran hal ini merugikan petani gula lokal,” kata Billy Al Kautsari dari Komite Mahasiswa Nasional Indonesia dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/12/2019).

Enggartiasto juga dikritik atas pernyataannya yang kerap menimbulkan kontroversial. “Seperti ucapanya bahwa gula lokal memiliki kualitas jelek hal ini di ucapkan ketika kunjungan di Garut, padahal gula lokal memiliki kualitas bagus yang dapat bersaing dengan negara lain,” tuturnya.
Dalam pernyataannya, Komite Mahasiswa Nasional Indonesia juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindak lanjuti laporan ekonom Rizal Ramli mengenai dugaan korupsi terkait impor pangan. (Sndn/Fj)



.png)






