Berita

Anak Penerima Manfaat PKH di Garut Mampu Kuliah dan Berprestasi

×

Anak Penerima Manfaat PKH di Garut Mampu Kuliah dan Berprestasi

Sebarkan artikel ini
Silvi Holipah dan ibunya, Nuraisah. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Siapa bilang anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tidak bisa sekolah tinggi karena keterbatasan biaya? Anggapan bahwa anak dari keluarga miskin hanya cukup bersekolah sampai tingkat SMU, segera ditepis oleh salah satu KPM PKH di Kabupaten Garut yang satu ini.

Di tengah keterbatasan biaya hidup yang mendera, justru anak dari keluarga yang tinggal di Kampung Darussalam, Desa/Kecamatan Bungbuang ini mampu kuliah karena memiliki prestasi lumayan.

Keluarga dimaksud adalah pasangan Udan Rudani dan Nuraisah. Meski pasangan ini tidak memiliki penghasilan tetap, namun karena prestasi anaknya, yaitu Silvi Holipah, cukup baik, akhirnya si anak bisa juga kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung.

Baca Juga:   Pilkades 2021, Pemerhati Sosial Minta Guna Mewaspadai Virus Covid-19 dan Politik Uang

Silvi lolos tes masuk menjadi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung melalui jalur bidik misi. Oleh keberhasilannya itu, saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa UIN SGD jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Padahal, sebelum mampu melanjutkan ke bangku kuliah, anak sulung dan pemalu ini sebenarnya sempat putus asa karena cita-citanya menjadi seorang guru akan terhambat bahkan tidak akan tercapai. Musababnya seperti dikatakan tadi, lantaran orang tuanya tidak memiliki biaya untuk menguliahkan Silvi.

“Ayah saya hanya sebagai buruh bangunan dan ibu saya hanya Ibu rumah tangga. Melihat kemampuan finansial yang ada, mana mungkin saya bisa sampai melanjutkan sekolah ke bangku perkuliahan,” kata Silvi.

Baca Juga:   Harga Gas Melon di Garut Tembus Rp37.000, GIPS Soroti Pengawasan Distribusi Lemah

Ia menjelaskan, keberhasilannya bisa masuk ke UIN SGD berkat motivasi yang diberikan oleh pendamping PKH melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Dengan motivasi itu, akhirnya Silvi memberanikan diri untuk ikut tes bidik misi tahun 2018.

“Lagi-lagi berkat kegigihan dan tekad yang kuat, akhirnya saya pun lolos dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Silvi.

Sementara Pendamping Sosial PKH Kecamatan Bungbulang, Achmad Lutfi, membenarkan bahwa Silvi memang tergolong anak pemalu. Saking pemalunya, sehingga ketika ada keinginan jarang diungkapkan kepada orang tuanya.

Terbukti ketika Lulus SMA tahun 2017 Silvi hanya memendam keinginannya untuk melanjutkan kuliah. Tak heran jika kemudian ia menganggur selama satu tahun.

Baca Juga:   Tersebar di Medsos Nama Caleg dan Parpol yang Tak akan Lolos ke DPRD Garut

“KPM PKH angkatan 2014 ini memang patut dicontoh, meskipun ekonominya terbilang tidak mencukupi, namun anak-anaknya tetap sekolah,” ujar Ahmad Lutfi.

Ia menjelaskan, pasangan Udan dan Nuraisah memiliki empat orang anak: Silvi kuliah semester 1, anak kedua dan ketiga masih duduk di bangku SMP, dan yang pang kecil duduk di bangku SD.

“Kami akan terus melakukan pembinaan dan memotivasi bagi mahasiswa tersebut. Bahkan kami akan mendorong siswa siswa PKH lainnya untuk ikut mendaftar bidik misi 2019,” kata Ahmad Lutfi. (Gun/Yus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *