BeritaBudaya

KKN Tematik Uniga: 1300 Mahasiswa Ditempatkan di Daerah Rawan Bencana

×

KKN Tematik Uniga: 1300 Mahasiswa Ditempatkan di Daerah Rawan Bencana

Sebarkan artikel ini
Peserta KKN Tematik Uniga. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Ada yang berbeda pada KKN Tematik Universitas Garut (Uniga). Bila biasanya KKN hanya melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya. Lain halnya dengan KKN Tematik Uniga kali ini, mahasiswa ditekankan memberikan banyak edukasi kepada masyarakat.

Menurut Rektor Uniga A Syakur Amin bahwa para mahasiswa harus diberikan penekanan tentang edukasi kepada masyarakat. Apakah edukasi tersebut berupa mitigasi bencana, kesehatan masyatakat, dan pengembanngan ekonomi masyarakat?

“Ini yang cukup menarik bagi kita yakni karena hampir 1300 an mahasiswa kita ditempatkan di Garut Selatan yang daerahnya cukup rawan bencana,” ucapnya saat ditemui di kantornya, Senin (14/1/2019).

Baca Juga:   Warga Garut Mulai Khawatirkan Maraknya Aksi Kriminalitas di Tengah Pandemi Corona

Dijelaskan Syakur, untuk melakukan edukasi mitigasi bencana Uniga bekerjasama dengan BNPB Provinsi Jawa Barat. Nantinya, para mahasiswa dan BNPB melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Musim hujan dikita ini selalu ada rawan longsor, tsunami mengancam warga pantai selatan, belum juga gempa kita itu sudah satu paket,” ucap dia.

Dengan adanya kerjasama ini, tambah Syakur, diharapkan para mahasiswa bisa memberikan informasi mitigasi bencana kepada masyarakat khsusnya yang berada di wailayah rawan bencana.

Baca Juga:   Bocah Hanyut di Sungai Cikandang Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

“Hampir seluruh kecamatan di Garut Selatan memiliki potensi rawan bencana dari mulai longsor, pergerakan tanah, sampai tsunami,” ucapnya.

Tidak hanya mitigasi bencana yang ditekankan, mahasiswa juga ditekanka untuk membantu dan mendorong ekonomi masyarakat terutama potensi yang ada di desa.

“Diharapkan mahasiswa bisa ikut mendorong ekonomi masyarakat dan potensi masyarakat,” kata Syakur.

Ia juga mengharapkan mahasiswa bisa menjadi jembatan bahwa ada permodalan nonbank yang memiliki bunga yang cukup ringan. “Dan ini menjadi informasi yang baik untuk pengembangan ekonomi masyarakat yang terpaku pada lembaga perbankan,” tandas Syakur.

Baca Juga:   Lima Ribu Orang Terdampak Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Garut Selatan

Untuk diketahui, KKN tahun ini Uniga mengirimkan 1.175 mahasiswanya ke 6 kecamatan (Samarang, Pasirwangi, Sukaresmi, Cisurupan, Talegong, dan Cisewu) yang tersebar di 85 desa dengan 141 dosen pembimbing lapangan. Mereka akan melakukan KKN selama 32 hari dan dimulai pada Senin (14/01/2019). (Yuyus YS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *