oleh

Antara Kepala SMP Baitul Hikmah dengan Siswanya Sudah Berdamai

GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong menyatakan, kasus kepala sekolah (Kepsek) yang diduga menganiaya siswa SMP Baitul Hikmah di Kecamatan Tarogongkaler, akhirnya berkesudahan berdamai sehingga tidak berlanjut pada jalur hukum.

“Sudah berdamai, sudah dilakukan pertemuan, saya kira jangan sampai masalah ini terus dibesarkan,” kata Totong saat dimintai tanggapan terkait kasus penganiayaan siswa oleh kepsek, Senin (7/1/2019).

Ia menyatakan, petugas dari Dinas Pendidikan Garut sudah diterjunkan untuk mengetahui persoalan sebenarnya dalam kasus dugaan penganiayaan siswa tersebut.

Baca Juga:   Rhoma Irama akan Berada di Garut, Berdialog dengan 400 Tokoh Pesantren

Dinas Pendidikan, kata Totong, tentunya akan memberikan pembinaan terhadap Kepsek SMP Baitul Hikmah, Sultan Pahad yang selama ini dikeluhkan orang tua siswa terkait tindakan kekerasannya.

“Sudah dilakukan pembinaan, dan menerjunkan pengawas pembina, dan jangan ada lagi kekerasan itu,” katanya seraya mengemukakan, hasil keterangan dari kedua belah pihak, peristiwa itu bermula ketika Kepsek menegur para siswa yang bercanda saat sedang melakukan kegiatan di sekolah.

Baca Juga:   Musypimda 14 Muhammadiyah, Kali Pertama Digelar di Garut Selatan

“Saat itu tidak ada unsur kesengajaan, kami berharap jangan terulang kembali kejadian tersebut,” ujar Totong. Ia mengimbau, masyarakat untuk mempercayakan anak-anaknya di sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dan jangan khawatir akan adanya guru yang melakukan tindakan kekerasan.

Dinas Pendidikan, telah memperingatkan kepada seluruh penyelenggara pendidikan di Garut untuk menerapkan pendidikan yang humanis, jika harus memberikan hukuman harus sesuai dengan yang direkomendasikan yakni mendidik, efek jera dan memberi contoh.

Baca Juga:   Komedian Asal Garut Ini Mengaku Dapat Firasat Saat Kepergian Aa Jimmy

“Saya memohon kepada masyarakat, percayakan kepada sekolah, karena tidak ada niatan guru yang jelek dalam menghukum anaknya,” tandas Totong. (Ant/Yus)

Komentar