BudayaHeadline

Antara Kepala SMP Baitul Hikmah dengan Siswanya Sudah Berdamai

×

Antara Kepala SMP Baitul Hikmah dengan Siswanya Sudah Berdamai

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong menyatakan, kasus kepala sekolah (Kepsek) yang diduga menganiaya siswa SMP Baitul Hikmah di Kecamatan Tarogongkaler, akhirnya berkesudahan berdamai sehingga tidak berlanjut pada jalur hukum.

“Sudah berdamai, sudah dilakukan pertemuan, saya kira jangan sampai masalah ini terus dibesarkan,” kata Totong saat dimintai tanggapan terkait kasus penganiayaan siswa oleh kepsek, Senin (7/1/2019).

Ia menyatakan, petugas dari Dinas Pendidikan Garut sudah diterjunkan untuk mengetahui persoalan sebenarnya dalam kasus dugaan penganiayaan siswa tersebut.

Baca Juga:   Kunjungi Penyintas Gempa Cianjur, Wabup dan Kadisdik Garut Serahkan Bantuan Rp25 Juta

Dinas Pendidikan, kata Totong, tentunya akan memberikan pembinaan terhadap Kepsek SMP Baitul Hikmah, Sultan Pahad yang selama ini dikeluhkan orang tua siswa terkait tindakan kekerasannya.

“Sudah dilakukan pembinaan, dan menerjunkan pengawas pembina, dan jangan ada lagi kekerasan itu,” katanya seraya mengemukakan, hasil keterangan dari kedua belah pihak, peristiwa itu bermula ketika Kepsek menegur para siswa yang bercanda saat sedang melakukan kegiatan di sekolah.

Baca Juga:   TransGo: Pilihan Terbaik Sewa Motor Jakarta dengan Armada Terlengkap dan Layanan Terpercaya

“Saat itu tidak ada unsur kesengajaan, kami berharap jangan terulang kembali kejadian tersebut,” ujar Totong. Ia mengimbau, masyarakat untuk mempercayakan anak-anaknya di sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dan jangan khawatir akan adanya guru yang melakukan tindakan kekerasan.

Dinas Pendidikan, telah memperingatkan kepada seluruh penyelenggara pendidikan di Garut untuk menerapkan pendidikan yang humanis, jika harus memberikan hukuman harus sesuai dengan yang direkomendasikan yakni mendidik, efek jera dan memberi contoh.

Baca Juga:   Film Dokumenter “Gunung Nagara” Ungkap Jejak Peradaban Tua di Garut, Disparbud Dorong Jadi Destinasi Budaya Nasional

“Saya memohon kepada masyarakat, percayakan kepada sekolah, karena tidak ada niatan guru yang jelek dalam menghukum anaknya,” tandas Totong. (Ant/Yus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *