oleh

Survey: Tiga Partai Ini yang Andalkan Kekuatan Figur dalam Gaet Pemilih

GOSIPGARUT.ID — Survei yang dilakukan Lembaga Riset Publik (LRP) menunjukkan ada tiga partai politik yang mengandalkan kekuatan figur dalam menggaet pemilih pada Pemilu 2019, yaitu Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang (PBB).

“Ketiga partai tersebut dipilih pemilih karena mereka suka dengan figur ketua umum masing-masing partai tersebut,” kata Direktur Riset LRP Arvan Maulana dalam konferensi pers, Minggu (6/1/2019).

Dia menjelaskan, faktor figur menjadi alasan utama pemilih memilih ketiga parpol tersebut, mengalahkan sembilan faktor lainnya yang disurvei lembaga tersebut.

Baca Juga:   Kasus Dugaan Money Politics yang Libatkan Caleg Golkar AG Dihentikan

Menurut Arvan, sebanyak 35,6 persen pemilih memilih Partai Gerindra karena faktor figur Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan hanya 26,5 persen yang memilih partai tersebut karena visi, misi, dan program yang bagus.

“Di Partai Demokrat, 35,7 persen pemilih memilih partai itu karena faktor ketum dan 16,1 persen memilih karena faktor visi, misi dan program yang bagus,” ujarnya lagi.

Baca Juga:   KPU Jabar: Kegiatan Reses Anggota Legislatif Harus Bebas dari Kampanye

Untuk PBB, menurut Arvan, 41 persen memilih karena kesukaan terhadap figur Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan hanya 12,2 persen memilih karena faktor visi, misi, dan program yang bagus.

Pada sisi lain, dia menilai menguat faktor figur dalam partai ada kecenderungan parpol tersebut menjadi oligarki, sehingga tidak baik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

Baca Juga:   Bawaslu Jabar Turunkan Tim Kasus Video Ibu Kampanye Hitam

“Bisa saja oligarki terjadi karena kuat figur ketua umum dan itu tidak bisa dipungkiri,” katanya pula.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia yang telah memiliki hak pilih dengan teknik sampling “multistage random sampling”.

Margin of error survei tersebut diperkirakan kurang lebih 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan pengumpulan data lapangan dilakukan pada pekan keempat bulan Desember 2018. (Ant/Fj)


Komentar