GOSIPGARUT.ID — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, mengatakan alat peringatan dini bencana tsunami di pantai selatan Garut kini kondisinya rusak sehingga disimpan di kantor BPBD Garut.
Dan untuk memperbaiki alat yang sudah dipasang sejak 2012 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, diakui Dadi, pihaknya belum mampu menganggarkan dana agar alat pendeteksi dini bencana tsunami atau early warning system (EWS) tsunami tersebut berfungsi lagi.
“Anggaran daerah belum memadai untuk perbaikan,” kata Dadi Djakaria, Senin (7/1/2019). Padahal, alat peringatan tsunami itu dibutuhkan masyarakat pesisir pantai selatan Garut yang daerahnya berpotensi rawan terdampak bencana tsunami, seperti kejadian tsunami di Selat Sunda.
Ia menegaskan, BPBD Garut sudah mengajukan perbaikan atau pemasangan alat baru EWS di pesisir pantai Garut kepada BNPB, namun belum ada jawaban terkait usulan itu. Menurutnya, Pemkab Garut sementara tidak mampu mengalokasikan anggaran untuk perbaikan maupun pemeliharaan alat tersebut, sehingga berharap ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Jabar maupun pusat.
“Alat tersebut sangat dibutuhkan, tapi sudah lama tidak berfungsi, semoga saja bisa segera diperbaiki secepatnya,” kata Dadi seraya menambahkan, sementara mengantisipasi dampak ancaman bencana tsunami dengan memberikan imbauan kewaspadaan terhadap masyarakat pesisir pantai, dan menyiapkan lokasi evakuasi serta titik kumpul masyarakat.
Selain itu, lanjut dia, BPBD Garut memanfaatkan alat `handy talky` untuk memantau perkembangan dan potensi ancaman bencana di masing-masing desa wilayah selatan Garut. “Cara yang cukup efektif saat ini adalah melalui handy talky untuk bisa segera menyampaikan informasi,” ujar Dadi. (Ant/Fj)



.png)























