GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan komitmennya menjadikan olahraga, khususnya bola voli, sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Garut Tahun Kerja 2026 di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (13/1/2026).
Syakur yang juga menjabat sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Garut menekankan pentingnya konsep Development Through Sport atau pembangunan melalui olahraga. Menurut dia, olahraga tidak hanya berbicara soal prestasi, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap kemajuan ekonomi, pariwisata, hingga penguatan citra daerah.
“Saya mah pokoknya saya bilang, ketika saya punya kesempatan saya akan gunakan sebaik mungkin untuk memajukan olahraga voli. Dan ini development through sport, pembangunan melalui olahraga,” ujar Syakur di hadapan pengurus PBVSI dan insan olahraga Garut.
Ia menyampaikan, Rakerkab PBVSI merupakan amanat organisasi sesuai AD/ART, sekaligus momentum strategis untuk menyusun program kerja ke depan. Terlebih, Kabupaten Garut telah mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat Tahun 2030.
Syakur mencontohkan keberhasilan negara dan kota besar dunia yang mampu memanfaatkan ajang olahraga sebagai motor percepatan pembangunan. Ia menyinggung China hingga London yang mengalami lonjakan sektor pariwisata dan industri lokal setelah menjadi tuan rumah event olahraga berskala besar.
“London juga waktu itu saya ingat, ketika ada event Olimpiade semua orang bergerak karena ini merupakan suatu kesempatan untuk memberikan informasi mengenai kondisi satu daerah. Pariwisata jadi naik, industri lokal jadi naik, semua jadi naik,” katanya.
Menyambut Porprov Jabar 2030, Syakur optimistis aksesibilitas menuju Garut akan semakin terbuka seiring rampungnya pembangunan jalan tol yang ditargetkan selesai pada 2029. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengurus cabang olahraga, klub, hingga institusi pendidikan, untuk bergerak sejak dini menyiapkan atlet potensial.
“Dari sekarang disiapkan, dari sekarang kita mulai gali potensi-potensi yang ada di daerah kita semua. Dan tidak hanya pengurus bola voli, saya minta klub juga bantu kami. Saya tidak akan segan-segan minta tolong sama sekolah. Kenapa? Karena kalau ini jadi tuan rumah, maka akan banyak dampaknya,” tegasnya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut, Subhan Rohmansyah, menyatakan sejalan dengan pandangan Bupati. Ia menilai olahraga merupakan alat efektif untuk mengangkat harkat martabat daerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Beberapa kali disampaikan oleh Pak Bupati, termasuk tadi oleh panitia penyelenggara, bahwa event nanti digelar sampai tingkat kecamatan dan desa. Dengan event itu, harkat martabat desa terangkat dan perputaran ekonomi juga terjadi di sana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian PBVSI Kabupaten Garut Nahdi Hadiyanto menjelaskan bahwa Rakerkab 2026 akan difokuskan pada sinkronisasi program kerja dan penguatan sistem pembinaan atlet. Salah satu langkah inovatif yang tengah disiapkan adalah pengembangan aplikasi pendataan atlet dan klub bola voli di Garut.
“Kita coba kembangkan program aplikasi sebagai database agar ke depan pembinaan dan pengembangan bola voli bisa lebih terarah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” kata Nahdi.
Dengan konsep pembangunan melalui olahraga yang ditekankan Bupati, PBVSI Garut diharapkan menjadi salah satu motor penggerak dalam menyongsong Porprov Jabar 2030 sekaligus mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan. ***



.png)












