GOSIPGARUT.ID — Istri Bupati Garut, Hj. Diah Kurniasari, melalui orang-orang yang diduga sebagai kepercayaannya, membagi-bagikan kaos, kalender, dan stiker yang ada foto dirinya dalam ketiga alat peraga kampanye (APK) itu.
Maklum, istri Bupati Rudy Gunawan tersebut adalah calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI dari daerah pemilihan Jabar XI (Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya). Ia diusung Partai Nasdem dengan nomor urut 3.
Diduga, Hj. Diah membagi-bagikan ketiga APK dilakukan cukup masif ke seluruh penjuru Kabupaten Garut. Pasalnya, sejumlah warga di bebeberapa kecamatan yang sempat ditanyai mengaku menerima kaos, kalender, dan stiker gambar istri bupati itu oleh sejumlah orang yang menemui langsung ke rumahnya.
“Mereka, beberapa orang yang diduga tim sukses dari Ibu Diah, datang mengunjungi rumah-rumah warga atau kerumunan orang dan langsung membagikan APK itu. Cuma kaos, kalender, dan stiker yang dibagikan. Tidak ada amplop (uang)-nya,” kata salah seorang warga di Kecamatan Bunbulang.

Sementara di Desa/Kecamatan Cisewu, terpantau pada Jumat pagi (22 Maret 2019). Sebuah mobil Avanza warna putih berhenti di depan dua rumah warga yang ada kerumunan orangnya. Dari dalam mobil tersebut keluarlah dua orang anak muda, yang satu perempuan dan yang satunya lagi laki-laki, membawa sejumlah kalender dan kaos terbungkus plastik yang di dalamnya terdapat juga stiker.
Kedua orang itu menghampiri orang-orang yang tengah berkerumun, lalu membagikan bingkisan yang dibawanya sambil berkata: “Ini ada bingkisan kaos, kalender, dan stiker dari Ibu Hj. Diah istri Bupati Garut. Semoga bermanfaat,” katanya.
Di antara orang yang diberi bingkisan itu tampak ada yang senang menerimanya, namun ada pula yang menolak mentah-mentah pemberian ketiga APK tersebut seraya meminta pihak pemberi untuk memberikannya kepada yang lain.
Lucunya, khusus di antara penerima bingkisan pun sebenarnya ada yang tidak mengharapkan bingkisan itu walau ia sendiri menerimanya. Pasalnya, ketika si pemberi sudah meninggalkan tempat, orang yang semula menerima APK tersebut justru meninggalkannya tergeletak begitu saja di halaman rumah penduduk yang tadi digunakan berkerumun. (Fj/Gun)



.png)











