Berita

Bupati Garut Ajak Mahasiswa “Turun Gunung” Atasi Masalah Daerah: “Ti Ayeuna Cuang Beresan Hiji-hiji”

×

Bupati Garut Ajak Mahasiswa “Turun Gunung” Atasi Masalah Daerah: “Ti Ayeuna Cuang Beresan Hiji-hiji”

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengajak para mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut “turun gunung” menyelesaikan berbagai persoalan kompleks yang selama ini membelit Kabupaten Garut.

Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dengan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas se-Kabupaten Garut di bawah naungan Kemendiktisaintek, yang digelar di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (7/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Syakur menegaskan bahwa berbagai persoalan di Garut — mulai dari ekonomi, sosial, hingga pendidikan — tidak mungkin ditangani hanya oleh pemerintah daerah. Menurutnya, dibutuhkan komunikasi dan kolaborasi dari semua pihak, terutama dari kalangan muda dan intelektual kampus.

Baca Juga:   493 Penerima BST dan PKH di Garumukti Terima Bantuan Beras 10 Kilogram

“Saya melihat Garut ini punya masalah yang kompleks dan rumit. Itu tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Banyak masalah yang sudah ‘membatu’ sejak lama, dan untuk menyelesaikannya perlu komunikasi serta kolaborasi,” ujar Bupati Syakur.

Ia menilai, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai generasi penerus yang masih memegang idealisme dan rasa tanggung jawab tinggi terhadap bangsa. Karena itu, ia secara terbuka meminta masukan dan perspektif segar dari mahasiswa untuk melengkapi pandangan pemerintah yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kita tidak boleh melihat hanya dari perspektif pemerintah yang sudah tertulis di RPJMD. Saya ingin mendengar bagaimana pandangan adik-adik mahasiswa. Dari sana kita cari solusi, selesaikan masalah satu per satu,” kata Syakur.

Baca Juga:   19 Pasangan di Garut Resmi Tercatat Negara, Bupati Syakur Apresiasi Kejari Gelar Sidang Isbat Nikah

Salah satu persoalan yang disorot Bupati adalah tingginya angka perceraian di Garut. Hingga September 2025, tercatat sekitar 6.000 kasus gugatan cerai yang masuk ke pengadilan.

“Ini sesuatu yang menurut saya tidak ideal. Saya sebagai pemerintah juga punya keterbatasan. Maka saya butuh kolaborasi,” tegasnya.

Untuk mengatasi berbagai persoalan daerah, Pemkab Garut kini aktif melibatkan generasi muda melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gradasi, yang diikuti sekitar 225 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

“Saya mah da apal ka mahasiswa, hebat budak teh, caranggih, punya tanggung jawab dan idealisme. Kalau negara ini dibiarkan kacau, nanti yang repot kalian. Makanya, ti ayeuna cuang beresan hiji-hiji (dari sekarang kita bereskan satu per satu),” ujarnya bersemangat.

Baca Juga:   Sekda Garut Pastikan Beras Bantuan yang Kurang Takaran Bisa Diganti

Dalam kesempatan itu, Bupati Syakur juga memperkenalkan sekilas RPJMD Kabupaten Garut 2025–2029 yang baru rampung disusun. Dokumen tersebut, kata dia, akan menjadi bahan awal untuk didiskusikan lebih lanjut bersama para mahasiswa agar arah pembangunan daerah lebih inklusif dan realistis.

“Saya berharap ini bukan pertemuan terakhir. Mari terus kita bangun komunikasi agar Garut bisa lebih baik, dengan ide dan energi dari mahasiswa,” tutupnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *