Berita

DPRD Garut Sidak Dapur MBG Usai Kasus Keracunan Massal, SPPG Al-Bayyinah 2 Diminta Tutup Sementara

×

DPRD Garut Sidak Dapur MBG Usai Kasus Keracunan Massal, SPPG Al-Bayyinah 2 Diminta Tutup Sementara

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan.

GOSIPGARUT.ID — Kasus keracunan massal ratusan siswa di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, menuai sorotan serius. Kamis (18/9/2025), dua anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan (Fraksi PDI Perjuangan) bersama Ketua Komisi IV DPRD Garut, Asep (Fraksi Gerindra), melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) di Yayasan Al-Bayyinah 2, Kampung Cilageni, Desa Karangmulya.

Namun, sidak tersebut justru berlangsung panas. Yudha mengaku tidak diterima pihak penanggung jawab SPPG, meski dirinya dan Asep menunggu hingga dua jam di lokasi.

“Saya tahu penanggung jawab ada di dalam, sempat mondar-mandir, tapi tidak diizinkan masuk. Alasannya ada tamu dari BPOM. Setelah tamu pulang, kami tetap tidak diperkenankan bertemu,” kata Yudha.

Baca Juga:   Massa KMB Akan Nginep di Halaman Kantor DPRD Garut Sampai Rabu Depan

Sidak itu dilakukan setelah sejumlah siswa diduga keracunan makanan bergizi gratis yang dibagikan salah satu SPPG di Kadungora. Berdasarkan data Puskesmas Kadungora, 26 siswa mengalami gejala mual, muntah, hingga sakit perut. Sebanyak 11 di antaranya sudah dipulangkan, sementara sisanya masih dirawat.

“Kondisi pasien mayoritas ringan, seperti mual, mulas, dan diare. Ada juga yang sesak napas karena riwayat asma,” jelas Kepala Puskesmas Kadungora, Noni Cahyana.

Baca Juga:   DPRD Minta Pemkab Garut Selesaikan Pembangunan Pasar Leles

Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diketuai Sekda Garut menegaskan, SPPG Al-Bayyinah 2 tidak pernah berkoordinasi dengan Pemkab Garut terkait distribusi makanan siang gratis. “Saat ini ada 58 titik dapur MBG resmi yang menyalurkan makanan gratis. Tapi Al-Bayyinah 2 tidak pernah berkoordinasi,” kata Bambang Hapiz, Pelaksana Harian Satgas MBG.

Atas kondisi itu, Yudha meminta agar SPPG Al-Bayyinah 2 segera dihentikan sementara. “Saya minta SPPG Al-Bayyinah 2 dinonaktifkan dulu sampai ada kejelasan. Ini menyangkut keselamatan siswa. Saya sudah lihat langsung pasien di Puskesmas, rata-rata mengalami keracunan,” tegasnya.

Baca Juga:   Ditinggal Cecep Supriadi Karena Kasus Dugaan Korupsi, Desa Cisewu Kini Dipimpin Pjs Kades Thomas

Kasus ini kini menunggu langkah tegas Pemkab Garut dan aparat terkait, demi memastikan keamanan program makan bergizi gratis yang menyasar ribuan pelajar di kabupaten tersebut. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *