GOSIPGARUT.ID — Bertepatan dengan peringatan satu dekade Hari Santri Nasional (HSN), Rabu (22/10/2025), pemerintah dan DPRD Kabupaten Garut memberikan kabar menggembirakan bagi dunia pesantren. Dalam audiensi bersama Forum Pondok Pesantren (FPP) Garut di Ruang Rapat Paripurna DPRD, disepakati pemberian bantuan sebesar Rp1,5 miliar untuk pondok pesantren di Kabupaten Garut.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Sekretaris Daerah Nurdin Yana, serta Ketua DPRD Garut Aris Munandar beserta jajarannya. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren.
“Jadi barangkali dengan adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut bisa sedikit mengobati. Doakan saja ke depan bisa lebih besar lagi, karena ini sangat tergantung pada kapasitas fiskal kita,” ujar Bupati Syakur.
Syakur menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya menyalurkan berbagai bentuk bantuan, baik melalui pemerintah pusat maupun provinsi. Namun dengan jumlah pesantren di Garut yang mencapai lebih dari 1.400 lembaga, tidak semuanya bisa tersentuh secara merata.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa sampai kepada penerima yang benar-benar berhak, agar bisa mendorong kemajuan pesantren di Garut,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Garut Aris Munandar menegaskan bahwa bantuan ini diarahkan untuk memperkuat kegiatan pendidikan keagamaan dan kesejahteraan para guru ngaji. Namun, Aris menekankan pentingnya penataan regulasi agar penyaluran dana berjalan sesuai aturan.
“Nanti regulasinya kita atur. Kalau berupa hibah atau insentif, semuanya harus jelas agar niat baik ini tidak justru menimbulkan masalah,” tutur Aris.
Di sisi lain, Ketua FPP Garut KH. Aceng Nurjaman menyampaikan sejumlah aspirasi dalam audiensi tersebut, di antaranya dorongan agar segera hadir Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pondok Pesantren serta adanya insentif bagi guru ngaji.
“Kami berharap Perbup ini nantinya dapat memberikan payung hukum yang jelas bagi pondok pesantren dan berdampak positif terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Garut,” ujar KH. Aceng.
Bantuan Rp1,5 miliar tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Garut. ***



.png)















