Berita

Tarif PDAM di Garut Naik, Pelanggan: Tak Masalah Asal Layanan Ditingkatkan

×

Tarif PDAM di Garut Naik, Pelanggan: Tak Masalah Asal Layanan Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Air PDAM.

GOSIPGARUT.ID — Pelanggan PDAM Tirta Intan Garut, memandang langkah penyesuaian tarif yang akan dilakukan dan diberlakukan mulai tahun 2022 mendatang, tidak menjadi masalah besar selama pelayanan yang diberikan bisa ditingkatkan.

“Yang penting air terus ngocor, tidak ada gangguan,” jelas Yudi Indratno (50), warga Gang Hidmah Jalan Ciledug Garut Kota, pelanggan PDAM yang dimintai tanggapannya terkait rencana kenaikan tarif PDAM, Jumat (24/12/2021).

Ia memaparkan, sebagai perusahaan daerah, PDAM saat ini dituntut mandiri setelah nanti tidak ada lagi penyertaan modal dari pemerintah daerah sebagaimana disampaikan Bupati Garut. Jika memang demikian, penyesuaian tarif tentunya menjadi hal yang sulit ditolak, apalagi saat ini memang tariff yang ada terbilang terendah di Jawa Barat.

Baca Juga:   Pemuda Kreatif dan Mandiri di Garut Akan Dapat Bantuan untuk Berwirausaha

“Konsekwensinya, tingkatkan lagi pelayanan dan kualitas air. Kenaikannya juga harus dalam taraf yang wajar jangan berlebihan,” ujar Yudi.

Asep Mulyana (50), warga Sanding Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, mengaku tidak terlalu keberatan jika tarif PDAM disesuaikan, asal pelayanan yang diberikan oleh PDAM bisa lebih ditingkatkan.

“Selama ini memang tidak pernah sampai tidak ngocor. Cuma kualitas airnya harus ditingkatkan, dari air baku menjadi air minum,” katanya saat ditemui, Jumat (24/12/2021) di Jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.

Dihubungi terpisah, H Didit Gorda, warga Perumahan Bumi Pradja Tarogong melihat, kebijakan penyesuaian tariff bisa diterima oleh pelanggan selama PDAM mampu meningkatkan pelayanan dalam bentuk kualitas, kuantitas, serta kontinuitas air yang dinikmati pelanggan.

Baca Juga:   Petugas Gabungan Periksa LP Garut Antisipasi Masuknya Narkoba

“Jika memang sudah tidak ada lagi penyertaan modal, kesimpulannya sebagai pelanggan tidak apa-apa, tapi kualitas dan kuantitas harus diperbaiki,” tutur dia.

Didit melihat, di bawah kepemimpinan direksi saat ini, PDAM diakuinya sangat responsive pada keluhan pelanggan. Hal ini juga menjadi bagian dari pelayanan PDAM yang menurutnya sudah sangat bagus. Tinggal, bagaimana PDAM mampu meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas.

“Kalau pelayanan, sudah 99 persen bagus, responsive, keluhan kita langsung ditanggapi, mereka punya tim reaksi cepat,” katanya.

Baca Juga:   KADIN Indonesia Trading House Perdana Gelar Exporter Meet Up 2025 : Market Global Expansion di Bandung, Jawa Barat

Sebelumnya, Bupati Rudy Gunawan sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) PDAM Tirta Intan Garut, menyampaikan rencana kebijakan penyesuaian tarif. Adapun alasan-alasan yang disampaikan Rudy di antaranya adalah tarif yang diberlakukan masih terendah dibanding daerah lain di Jawa Barat.

Kemudian, umur pipa yang banyak sudah tua hingga perlu revitalisasi, tingkat kebocoran air tinggi yang perlu diperbaiki, hingga tidak adanya penyertaan modal dari pemerintah daerah pada tahun 2022. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *