GOSIPGARUT.ID — Pascabencana banjir bandang di Karangtengah dan Sukawening, Pemkab Garut mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), langsung melakukan pemulihan pasokan air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pedesaan terdekat untuk memenuhi kebutuhan warga akan air bersih.
Pasokan air bersih juga didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut dengan menggunakan mobil tanki, dibantu Dinas Sosial, dan Dinas Pemadam Kebakaran.
“Juga ada bantuan tandon air dari Balai Infrastruktur Kementerian PUPR di tujuh titik.Masing-masing tandon berkapasitas sekitar 300 liter. Penanganan air bersih ini memang mendesak,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Satria Budi, Rabu (1/12/2021).
Selain pendistribusian air bersih, pihaknya juga melakukan assesment bagi infrastruktur terdampak banjir bandang yang dianggap masih tersendat.
Sementara upaya pembersihan dan pengangkutan material bekas bencana dilakukan Dinas PUPR serta Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup dengan mengerahkan alat berat.
Sedangkan untuk lokasi yang tak bisa diakses kendaraan alat berat pembersihan material tersebut dilakukan dengan dibantu kendaraan-kendaraan jeep dari komunitas jeep.
Satria Budi menjelaskan, berdasarkan peta kebencanaan, wilayah Kecamatan Karangtengah dan Sukawening sendiri termasuk daerah rawan terjadi pergerakan tanah.
Warga di kedua kecamatan wilayah timur Kabupaten Garut itu mengalami krisis air bersih karena jalur pipa yang biasa mengalirkan pasokan air bersih untuk kebutuhan mereka, sepanjang seribu meter hanyut terbawa banjir bandang.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Garut, Luna Avriantini mengatakan, prioritas penanganan pascabencana banjir bandang di Karangtengah dan Sukawening saat ini dalam proses pembersihan lumpur, dan meterial yang menghambat aliran air dan mengganggu fungsi infrastruktur irigasi, bendungan, dan jembatan.
“Untuk kedaruratan penanganan air bersih, kami bekerjasama dengan PDAM dan juga mendapatkan bantuan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung),” ujarnya.
Direktur PDAM Tirta Intan Garut Aja Rowikarim menyebutkan, hingga saat ini, sedikitnya 63 tanki setara 252 kubik air minum didistribusikan PDAM ke daerah berncana di Karangtengah dan Sukawening untuk memenuhi kebutuhan warga akan air bersih.
Seperti diketahui ada sebanyak tujuh desa di dua kecamatan terdampak banjir bandang terjadi pada Sabtu 28 November 2021. Yakni Desa Cinta, Cintamanik, dan Caringin di Kecamatan Karangtengah; dan Desa Sukawening, Sukamukti, Mekarwangi, dan Sukawangi di Kecamatan Sukawening. (IK)



.png)















