GOSIPGARUT.ID — Kelompok radikal masih terus berupaya untuk menyebarkan paham radikal di tengah-tengah masyarakat. Hal terungkap saat 59 orang yang sebagian besar anak muda di Garut dan sekitar 30 orang di Lampung Selatan dibaiat oleh kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII).
Generasi muda atau milenial diharapkan selalu waspada terhadap adanya penyebaran ideologi dan bisa menjadi ujung tombak dalam menyuarakan anti radikalisme dan anti terorisme.
“Kami meminta kepada generasi muda yang ada di seluruh Tanah Air bisa menjadi garda terdepan dalam membangun harmoni bangsa. Para pemuda harus berani menyuarakan anti radikalisme maupun anti terorisme termasuk anti narkoba dan juga anti korupsi atau anti apapun yang menjadi musuh negara,” kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid saat Rapimda Pemuda KNPI Kabupaten Garut, dikutip Sabtu (30/10/2021).
Oleh karena itu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, BNPT terus berupaya menjalin silaturahmi yang bertujuan untuk memupuk dan membangkitkan semangat para generasi muda.
Ia menegaskan, bangsa Indonesia sangat beragam yang harus dijaga dengan persatuan, toleransi dan keharmonisan. “Generasi milenial atau generasi muda adalah garda terdepan yang nantinya akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang aman, damai, maju dan sejahtera,” ujar mantan Kabagbanops Densus 88 Antiteror ini.
Selain itu, generasi muda diminta untuk mewaspadai segala bentuk proxy yang ada di era globalisasi. Di antaranya proxy ideologi kelompok radikalisme dan terorisme.
“Yang mana kelompok-kelompok tersebut anti terhadap ideologi Pancasila, anti terhadap persatuan dan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia,” ujarnya.
Mantan Kapolres Gianyar ini menjelaskan bahwa ideologi radikal ini adalah ideologi takfii yang mana hal itu adalah virus yang bisa memapar terhadap siapa saja, terutama para generasi muda. Maka dari itu para generasi muda harus dibentengi dan harus diberikan vaksinasi ideologi dengan pemahaman keagamaan, wawasan kebangsaan yang baik dan benar.
“Sehingga hal itu bisa menjamin para generasi muda untuk bersikap toleransi, bersikap kebhinekaan ataupun persatuan serta konsisten terhadap konsensus nasional yaitu Pancasila UUD 1945 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati,” ujarnya.
Ahmad Nurwakhid menambahkan, para pemuda Indonesia juga harus dapat memaknai kalimat-kalimat yang ada dalam Sumpah Pemuda. “Perbedaan harus dijaga, karena perbedaan yang ada di negeri ini merupakan sunnatullah. Semangat itu yang harus kita lihat pada saat itu dan harus kita gaungkan lagi pada saat ini,” tandasnya.
Untuk itu dirinya juga mengimbau kepada para generasi muda untuk berhenti mengikuti ustaz atau tokoh yang menyebarkan paham radikal dan intoleran baik di lingkungan sosial maupun media sosial. Karena apa yang disampaikan tokoh atau ustaz radikal tersebut bisa merusak persatuan bangsa Indonesia. (Sndn)



.png)








