GOSIPGARUT.ID — Kisah pemulung asal Garut Muhammad Gifari Akbar (16), masih menyedot perhatian. Fotonya yang viral saat membaca Alquran di Jalan Braga mengundang simpati.
Sejak kisahnya ramai diberitakan, berbagai pihak datang ke rumah Akbar di Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota. Mereka berbondong-bondong meminta Akbar untuk mondok di pesantren.
Namun banyaknya tawaran itu membuat Akbar kebingungan. Ia pun masih akan memikirkan tawaran mana yang akan diambil.
“Dari pesantrennya Aa Gym, ustad Yusuf Mansur nawarin untuk mondok. Tapi jadi bikin bingung juga,” kata Akbar, Jumat (6/11/2020).
Akbar kini ingin menikmati suasana bersama keluarganya, dan harapannya saat ini ingin bertemu dengan ibu kandungnya karena sejak umur dua tahun Akbar tak pernah melihat sosok ibu. Ia mengaku sangat rindu dengan ibunya itu.
Unan (42), ayah Akbar menyebut jika anaknya itu sempat menghilang hingga dua tahun lebih. Saat ditemukan, rambut Akbar sudah sepinggang. Meski kerap pergi dari rumah, Unan selalu menitipkan pesan agar Akbar tak lupa salat dan mengaji.
“Sejak kelas 4 SD itu dia suka pergi. Di rumah paling dua hari terus pergi lagi. Sekarang terserah anaknya saja. Kalau mau pesantren saya dukung,” kata Unan yang bekerja sebagai kuli bangunan.
Viral baca Alquran saat berteduh
Foto Akbar sempat viral beberapa hari lalu. Dalam foto ia terlihat sedang membaca Alquran di Jalan Braga, Kota Bandung, di tengah kesibukannya menjadi pemulung. Ia tak mengira fotonya yang tengah mengaji itu beredar luas di media sosial.
Di foto itu, Akbar tengah berteduh di Jalan Braga saat turun hujan. Sambil membawa karung untuk memulung, Akbar membaca Alquran. Salah seorang warga mengabadikan kegiatan Akbar dan mengunggahnya di media sosial.

Sejak berumur 10 tahun, Akbar putus sekolah dari kelas 4 SD. Ia lantas memutuskan untuk berkelana.
Sudah banyak daerah yang didatangi oleh Akbar. Ia bahkan sempat menginjakkan kaki hingga Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Lampung.
“Awalnya dulu Akbar pergi ke luar kota itu untuk mencari ibu kandungnya. Anaknya juga enggak betah diam di rumah,” ujar nenek Akbar, Uti (71) saat ditemui di rumahnya.
Uti menyebut jika cucunya itu telah ditinggal ibu kandungnya sejak berusia 8 bulan. Saat itu, ibunya berkata akan bekerja ke Arab Saudi. Hingga kini, tak ada kabar dari ibu kandungnya.
“Sejak bayi, Akbar belum pernah ketemu ibu kandungnya. Makanya niat awal dia pergi dari rumah itu untuk mencari ibunya,” katanya.
Akbar disebut Uti tak betah diam di rumah dan memilih berhenti dari sekolah. “Setelah keluar sekolah itu, Akbar pergi dari rumah. Awalnya dia ngamen terus suka mulung juga sekarang,” ucapnya.
Akbar pun kini tinggal bersama nenek dan kakeknya. Sejak enam tahun lalu, ia sering meninggalkan rumah berbulan-bulan. Jika kembali, hanya satu atau dua hari saja dia berada di rumah.
Meski tak hidup bersama nenek dan kakeknya, Uti berpesan agar Akbar tak lupa untuk beribadah. Salat dan membaca Alquran harus dilakulan walau berada di luar rumah.
Uti menambahkan, jika pergi dari rumah cucunya hanya bermodal pakaian di badan, karung untuk memulung, dan sebuah kitab suci Alquran. “Dari dulu saya ajarin mengaji. Jadi waktu dia pergi dari rumah, pesan saya cuma jangan lupa untuk salat dan mengaji,” ujarnya. (Trbn)



.png)








