Budaya

SMK Al Jabar Hadir Saat Angka Putus Sekolah di Karangsari Cukup Tinggi

×

SMK Al Jabar Hadir Saat Angka Putus Sekolah di Karangsari Cukup Tinggi

Sebarkan artikel ini
Para penggagas berdirinya SMK Al Jabar di Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, terdiri dari warga setempat dan pengurus Jabar Bergerak. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, bisa dikatakan terisolasi dari akses pendidikan. Angka putus sekolah lulusan SMP di desa yang dikelilingi perkebunan sawit ini pun terbilang cukup tinggi.

Oleh sebab itu, tak heran jika lembaga seperti Jabar Bergerak merasa ikut prihatin dan terpanggil untuk turut membantu menyelesaikan persoalan pendidikan tersebut. Salah satu solusinya yakni dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan setingkat SMA/SMK.

Sebelum mewujudkan upaya itu, dikatakan Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Garut — Dedi Kurniawan, pihaknya terlebih dahulu kedatangan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Kepala Desa Karangsari, yang meminta arahan dalam mencari solusi guna menangani angka putus sekolah di desa tersebut.

Baca Juga:   Guru SMKN 1 Garut Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Sekitar Sekolah

“Akhirnya kami pun terjun untuk menemui masyarakat dan mendengar keluhannya secara langsung. Kedatangan kami disambut baik oleh warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa setempat. Di sana kami mengelar diskusi dan pembahasan soal pencarian solusi masalah pendidikan di Desa Karangsari,” paparnya.

Dedi menambahkan, dari pertemuan tersebut disepakati guna membentuk SMK supaya mampu menampung anak-anak lulusan SMP yang putus sekolah, khususnya di Desa Karangsari. SMK tersebut diberi nama SMK Al Jabar yang merupakan usulan dari warga sendiri.

Baca Juga:   Jabar Bergerak Terima Bantuan 135 Wastafel Portabel untuk Pasar Tradisional

“Oleh warga kami diminta untuk membantu mengurusi perizinannya, termasuk pembinaan berikutnya. Warga juga meminta kami (Jabar Bergerak) untuk turut serta mengelola sekolah ini bersama-sama dengan warga,” ujarnya.

Menurut Dedi, dengan alasan jauhnya jarak antara masyarakat dengan akses pendidikan, banyak anak-anak di Desa Karangsari yang enggan melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Akhirnya para lulusan SMP itu pun memilih bekerja di perkebunan sawit atau menjadi nelayan.

Baca Juga:   Mahasiswa Ajari Warga Cisewu Soal Budidaya Jamur Tiram Lewat Seminar

“Jabar Bergerak Kabupaten Garut merasa prihatin dan terpanggil untuk turut membantu menyelesaikan persoalan pendidikan yang terjadi di tengah warga Desa Karangsari itu,” katanya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *