oleh

SMK Al Jabar Hadir Saat Angka Putus Sekolah di Karangsari Cukup Tinggi

GOSIPGARUT.ID — Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, bisa dikatakan terisolasi dari akses pendidikan. Angka putus sekolah lulusan SMP di desa yang dikelilingi perkebunan sawit ini pun terbilang cukup tinggi.

Oleh sebab itu, tak heran jika lembaga seperti Jabar Bergerak merasa ikut prihatin dan terpanggil untuk turut membantu menyelesaikan persoalan pendidikan tersebut. Salah satu solusinya yakni dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan setingkat SMA/SMK.

Sebelum mewujudkan upaya itu, dikatakan Ketua Jabar Bergerak Kabupaten Garut — Dedi Kurniawan, pihaknya terlebih dahulu kedatangan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Kepala Desa Karangsari, yang meminta arahan dalam mencari solusi guna menangani angka putus sekolah di desa tersebut.

“Akhirnya kami pun terjun untuk menemui masyarakat dan mendengar keluhannya secara langsung. Kedatangan kami disambut baik oleh warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa setempat. Di sana kami mengelar diskusi dan pembahasan soal pencarian solusi masalah pendidikan di Desa Karangsari,” paparnya.

Baca Juga:   Psykolog Nurlela: Pandemi Covid-19, Cara Alloh Menegur Kita untuk Perbaiki Keimanan

Dedi menambahkan, dari pertemuan tersebut disepakati guna membentuk SMK supaya mampu menampung anak-anak lulusan SMP yang putus sekolah, khususnya di Desa Karangsari. SMK tersebut diberi nama SMK Al Jabar yang merupakan usulan dari warga sendiri.

“Oleh warga kami diminta untuk membantu mengurusi perizinannya, termasuk pembinaan berikutnya. Warga juga meminta kami (Jabar Bergerak) untuk turut serta mengelola sekolah ini bersama-sama dengan warga,” ujarnya.

Baca Juga:   Umat Nasrani Garut Melebur Bersama Santri dalam Do'a Keselamatan Bangsa

Menurut Dedi, dengan alasan jauhnya jarak antara masyarakat dengan akses pendidikan, banyak anak-anak di Desa Karangsari yang enggan melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Akhirnya para lulusan SMP itu pun memilih bekerja di perkebunan sawit atau menjadi nelayan.

“Jabar Bergerak Kabupaten Garut merasa prihatin dan terpanggil untuk turut membantu menyelesaikan persoalan pendidikan yang terjadi di tengah warga Desa Karangsari itu,” katanya. ***

Baca Juga:   KCD Pendidikan Wilayah 11 akan Invetarisasi Sekolah Terkait Gratisnya Iuran SMA/SMK

Komentar

Berita Terkait