GOSIPGARUT.ID — Kepala SDN Wanakerta III Cibatu Ida geram atas ulah dua oknum wartawan mengaku dari sebuah media massa cetak Biro Tasikmalaya. Dia menyebut kedua oknum wartawan itu melakukan pelecehan.
Menurutnya, tak seperti laiknya wartawan datang bertamu hendak wawancara, atau mencari berita. Oknum wartawan tersebut datang ke sekolah tempat kerjanya justru bertingkah tak etis. Sehingga bukan hanya mengganggu kenyamanan pribadinya melainkan juga terhadap pelaksanaan tugasnya dalam kegiatan belajar mengajar.
“Awalnya, mereka datang ke sekolah sepertinya berniat baik. Namun lama-kelamaan jadi kurang ajar. Selain mengucapkan kata-kata tak pantas, mereka bahkan berani merayu mengajak saya jalan-jalan. Ini kan sangat tak etis. Kami sangat terhina atas perlakuan mereka ini. Apalagi ini kan di rumah didik anak-anak. Mestinya jika mereka datang, ya pakai etika,” kata Ida, Kamis (9/1/2019).
Meskipun merasa terhina, tutur dia, dirinya ketika peristiwa itu terjadi tak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Sebab dalam waktu bersamaan, dirinya juga merasa sangat ketakutan sesuatu tak diharapkan terjadi pada dirinya kalau-kalau oknum wartawan itu nekat berbuat sesuatu tak senonoh.
Menurut Ida, kedua oknum wartawan itu merupakan warga Garut mengaku bekerja di Surat Kabar Umum Metro Jabar Biro Tasikmalaya. Dia menyebutkan, para guru, dan tenaga pendidik yang mengetahui peristiwa menimpanya itu juga ternyata merasa tersinggung atas ulah kedua oknum wartawan itu.
Suami Ida yang juga Ketua PGRI Cibatu Dadang pun merasa prihatin sekaligus geram atas ulah oknum wartawan yang diduga melecehkan isterinya itu.
“Selain mengganggu tugas guru yang berkewajiban memberikan suri tauladan terhadap anak didik, ulah oknum wartawan seperti ini juga bisa merusak citra wartawan lain yang memang benar-benar bertugas sesuai kode etik jurnalistiknya,” ujarnya.
Ida, dan suaminya kini berencana melaporkan kasus tersebut kepada aparat berwenang. (IK/Zainulmukhtar)



.png)











