Kuliner

Makan Orang Sunda, Terasa Hambar Jika Tanpa Lalap dan Sambal

×

Makan Orang Sunda, Terasa Hambar Jika Tanpa Lalap dan Sambal

Sebarkan artikel ini
Lalapan dan sambal khas Sunda. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Satu lagi terkait kuliner yang mesti dicatat dari orang Sunda, yaitu memiliki kebiasaan makan dengan lalapan. Makan lalap itu boleh dikata merupakan kebiasaan yang tidak dimiliki etnis lain di Indonesia. Makan lalap bagi orang Sunda, yang biasanya didampingi sambal, seperti sudah menjadi keharusan.

Karena lalap akan terasa hambar jika tidak dicocolkan ke sambal. Kebiasaan makan sambal terbentuk dari suhu udara Priangan yang dingin, sehingga sambal selain untuk teman makan lalap juga berfungsi untuk menghangatkan badan.

Bagi masyarakat Indonesia umumnya, jenis sayuran yang digunakan sebagai lalap antara lain selada, kacang panjang, mentimun, tomat, daun pepaya, daun singkong, dan daun kemangi. Bagi masyarakat Sunda, selain jenis yang sudah umum dikonsumsi itu, juga mengonsumsi jenis tanaman lain seperti leunca, kenikir, buah nangka, petai, serta honje atau bunga kecombrang.

Baca Juga:   Jejak Rasa di Garut Selatan: Menyelami Tradisi Lewat Kuliner yang Jujur dan Alami

Banyak jenis lalapan di Sunda. Penelitian yang dilakukan Prof Unus Suriawiria sampai 2000 menyebutkan, ditemukan tidak kurang 200 jenis tanaman yang bisa dijadikan lalap. Kebiasaan makan lalap sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Itu terdapat pada tulisan di Prasasti Taji tahun 901 Masehi yang menyebutkan tentang sajian makanan berupa sayur-sayuran segar atau makanan bernama “kuluban sunda” yang berarti lalap.

Baca Juga:   Imbas Corona, Lebaran Tahun Ini Pemasaran Tengteng Bungbulang Lesu

Buku berjudul “Kuliner Sunda, Nikmat Sedapnya Melegenda” yang diterbitkan Gadjah Mada University Press ini mendedah khazanah kuliner Sunda secara relatif lengkap dan mendalam. Termasuk pula soal tradisi, mitos yang berkembang, politik pangan, hingga budaya dan tata cara makan masyarakat Sunda.

Kiranya buku 319 halaman ini sangat tepat dijadikan referensi bagi siapa pun yang ingin mengenal dan mengeksplorasi khazanah kuliner yang berkembang di bumi yang sering disebut juga Priangan, Parahyangan, atau Pasundan. Makin menarik karena buku ini juga dilengkapi lebih dari 200 resep masakan Sunda yang bisa kita coba. (SM/Gun)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *