GOSIPGARUT.ID — Program pengadaan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), merupakan program yang dilakukan desa untuk memberikan sarana air bersih kepada masyarakat dengan menggunakan anggaran desa.
Asosiasi KP-SPAMS, Agus mengatakan, program ini telah berjalan di 165 desa di seluruh Kabupaten Garut, dengan nantinya menyalurkan setiap pipa air ke setiap rumah.
“Secara otomatis warga harus menyesuaikan perilaku karena ini mengadopsi atau melihat contoh seperti pengelolaan di PDAM, di antaranya masyarakat harus mengelola dari awal hingga akhir,” kata dia.
Agus melanjutkan, pemanfaat air bersih ini diberikan dan dikelola oleh KA-SPAMS. Masyarakat yang menggunakan air bersih itu harus memasang meteran ke rumah.
Setelah selesai program di lapangan, kemudian akan diserahkan kepada kepala desa berupa hasil kegiatan, dan kepala desa akan menyerahkan kepada KP-SPAMS untuk pengembangan jaringan pipa, serta pengelolaan dilakukan berdasarkan kesepakatan masyarakat.
“Pemasangan menggunakan prinsip keadilan, masyarakat semua difasilitasi termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan ini sifatnya iuran jadi bagi masyarakat yang tidak mampu dikembalikan lagi pada masyarakat mudah-mudahan bisa ada subsidi silang,” tutur Agus.
Sementara, sebagai penerima bantuan Mukhlis Munawar mengatakan, sejauh ini yang dilakukan oleh fasilitator dinilai baik di masyarakat.
“Kami merasakan bahwa program itu dapat bekerjasama betul-betul dengan masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kelompok yang tergabung dalam assosiasi merasakan manfaatnya,” katanya.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, assosiasi memperoleh beberapa penghargaan serta masuk nominasi dalam kancah nasional maupun daerah Jawa Barat sebagai pengelolaan terbaik BPSMAS (pengurus desa). (Rmol/Yus)



.png)











