GOSIPGARUT.ID — Tim Patroli Satuan Samapta Polres Garut mencegat sembilan pemuda yang melintas di kawasan Jalan Ciledug, Kabupaten Garut, Minggu dini hari, 18 Oktober 2026. Dari penggeledahan sekitar pukul 03.12 WIB itu, polisi mendapati 27 buah batu yang disembunyikan di dalam bagasi sepeda motor hingga balik jaket para pelaku.
Penangkapan dilakukan saat jajaran kepolisian menggelar patroli preventif untuk mengantisipasi potensi tawuran dan aksi kejahatan jalanan pada jam-jam rawan. Sembilan pemuda beserta seluruh barang bukti langsung digiring ke Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan mendalam.
Didominasi Anak di Bawah Umur
Dari hasil pendataan kepolisian, mayoritas pemuda yang terjaring patroli subuh tersebut masih berstatus anak di bawah umur. Mereka adalah RNR (25), ABS (23), RAM (20), RZ (16), F (16), WO (15), serta tiga remaja berusia 14 tahun berinisial MN, MH, dan HN.
Selain puluhan batu, polisi menyita tiga unit sepeda motor Honda Beat—berwarna abu-abu, hitam, dan merah—yang digunakan para pemuda tersebut saat menyusuri jalanan kota Garut.
Saat diperiksa petugas, para pemuda berdalih membawa puluhan batu sekadar untuk membela diri. Kendati demikian, polisi tetap mengamankan mereka guna mendalami motif sebenarnya serta mengantisipasi potensi bentrokan antarkelompok.
”Motif dari keterangan para pemuda tersebut bahwa batu-batu yang ada adalah untuk jaga diri,” kata Pejabat Sementara Kasat Samapta Polres Garut Iptu Ana Gumilang, Minggu, 18 Oktober 2026.
Guna mengusut tuntas kasus ini, Polres Garut memanggil seluruh orang tua pemuda tersebut ke markas polres untuk dimintai keterangan dan mendampingi proses penyelidikan.
Kawasan Jalan Ciledug dan sekitarnya di perkotaan Garut menjadi salah satu titik fokus pengawasan polisi, terutama pada jam-jam rentan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Iptu Ana Gumilang menegaskan, jajarannya akan memperketat penyisiran di lapangan melalui gabungan patroli dialogis dan Patroli Presisi. Langkah ini diambil untuk menekan ruang gerak kelompok remaja yang berpotensi memicu kegaduhan malam.
”Patroli dialogis dan Patroli Presisi akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ana.
Ia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak beraktivitas di luar rumah hingga larut malam. Ana memastikan kegiatan preventif dini hari bakal terus ditingkatkan demi menjamin situasi kamtibmas di Kabupaten Garut tetap aman dan kondusif. ***























