Berita

Garut Jajaki Kolaborasi Pertanian dengan Korea, Fokus Kembangkan Stroberi dan Bawang Putih Unggulan

×

Garut Jajaki Kolaborasi Pertanian dengan Korea, Fokus Kembangkan Stroberi dan Bawang Putih Unggulan

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Chung KyongHo, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (6/8/2026).

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut membuka peluang kolaborasi internasional di sektor pertanian melalui penjajakan kerja sama dengan praktisi industri asal Korea. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan komoditas hortikultura unggulan, khususnya stroberi dan bawang putih, melalui penerapan teknologi serta pengalaman budidaya yang dimiliki Korea.

Rencana kolaborasi itu mengemuka saat Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Chung KyongHo, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki sinergi antara Pemerintah Kabupaten Garut, kalangan akademisi, dan praktisi industri Korea dalam pengembangan sektor pertanian. Fokus pembahasan diarahkan pada budidaya stroberi dan bawang putih khas Korea yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di Garut.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik inisiatif tersebut. Menurut dia, kerja sama internasional di bidang pertanian dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas komoditas lokal sekaligus memperkuat daya saing produk pertanian Garut.

Baca Juga:   96 Calon Tenaga Kerja di Garut Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi

“Hari ini kami Garut kedatangan tamu terhormat Dokter Chong yang dari Korea, beliau adalah dosen yang ditugaskan di Unpad, beliau itu diskusi tadi dengan kita terkait dengan upaya pengembangan budidaya dari komoditi-komoditi Garut yang akan menjadi unggulan, yang pertama ada komoditi stroberi, yang kedua adalah bawang putih,” ujar Syakur.

Ia menjelaskan, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga diperlukan komunikasi lanjutan agar rencana kolaborasi dapat diwujudkan secara bertahap.

“Tentu saja ini baru wacana, kita berharap ke depan ada komunikasi yang lebih intens lagi sehingga apa yang kita harapkan terkait dengan dua komoditi tersebut itu bisa kita realisasi,” katanya.

Baca Juga:   DPRD Minta Jangan Ada Dua Opsi dalam Penataan PKL di Garut

Selain memperkenalkan teknologi dan pengalaman budidaya dari Korea, kolaborasi ini juga diharapkan membuka peluang transfer pengetahuan kepada petani serta mendorong inovasi dalam pengembangan komoditas hortikultura di Garut.

Sementara itu, Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Unpad, Dr. Chung KyongHo, mengaku optimistis terhadap peluang kerja sama tersebut. Ia menyampaikan rencana untuk melakukan uji coba penanaman sejumlah komoditas hortikultura di Kabupaten Garut sebagai langkah awal implementasi kolaborasi.

“Saya ada rencana ujicoba tanam bawang putih, sama kentang, stroberinya. Kalau hari ini cukup senang untuk ketemu sama Pak Bupati, nanti ke depan juga (kerja sama yang baik),” ujar Dr. Chung.

Uji coba tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menilai kesesuaian kondisi agroklimat Garut dengan varietas hortikultura yang dikembangkan melalui kolaborasi bersama mitra asal Korea. Hasilnya dapat menjadi acuan dalam pengembangan budidaya yang lebih luas apabila terbukti memberikan nilai tambah bagi petani.

Baca Juga:   Hari Kedua Pencarian Bocah 9 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Cikandang Garut, Tim SAR Perluas Radius Penyisiran

Kabupaten Garut selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang kuat di Jawa Barat. Kondisi geografis yang didominasi wilayah dataran tinggi dinilai mendukung pengembangan berbagai komoditas hortikultura, termasuk stroberi, kentang, dan bawang putih.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Garut, Universitas Padjadjaran, dan praktisi industri asal Korea, pengembangan sektor hortikultura diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, tetapi juga memperluas akses terhadap inovasi pertanian modern serta memperkuat posisi Garut sebagai daerah penghasil komoditas hortikultura unggulan yang berdaya saing. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *