Wisata

Baru Pertama Digelar, Hari Ini Festival 1.000 Liwet Akan Berlangsung Serentak di Seantero Garut

×

Baru Pertama Digelar, Hari Ini Festival 1.000 Liwet Akan Berlangsung Serentak di Seantero Garut

Sebarkan artikel ini
Festival 1.000 liwet yang akan dilangsungkan serentak di Alun-alun dan seantro Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bakal menyelenggarakan Festival 1.000 Liwet sebagai upaya promosi wisata kuliner Garut. Kegiatan yang baru kali pertama digelar ini akan berlangsung serentak di seantero Garut, Kamis 23 Februari 2023.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Agus Ismail, mengatakan Festival 1.000 Liwet merupakan rangkaian memperingati Hari Jadi ke-210 Kabupaten Garut yang penyelenggaraannya dipusatkan di Alun-alun Garut.

Selain di Alun-alun, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun di kecamatan dan instansi pemerintah lainnya juga menyelenggarakan kegiatan makan nasi liwet bersama di 42 kecamatan.

Baca Juga:   Pemkab Garut Akan Kembangkan Puncak Sagara Jadi Destinasi Wisata Baru

“Kegiatan festival ini akan melibatkan unsur pejabat pemerintah daerah dan masyarakat yang makan nasi liwet bersama di Alun-alun Garut dan di tiap kecamatan,” jelas Agus, Rabu (22/2/2023).

Ia menambahkan, seluruh SKPD terlibat dalam kegiatan ini. Pihaknya mendukung seluruh acara sebagai bentuk pemecahan Musium Rekor Indonesia (MURI) seribu nasi liwet.

“Festival ini merupakan upaya mempromosikan wisata kuliner khas Garut yang akhirnya bisa mendongkrak sektor usaha kuliner. Kegiatan yang baru pertama digelar ini diharapkan bisa menjadi kalender wisata tahunan karena kegiatannya bisa menarik kunjungan wisatawan,” kata Agus.

Baca Juga:   Festival 1.000 Liwet di Cigedug Tampilkan Atraksi Aneka Seni, Salah Satunya Calung

Menurutnya, kegiatan menyajikan nasi liwet itu sebagai bentuk mengenalkan kepada masyarakat tentang berbagai keragaman dan ciri khas nasi liwet di tiap daerah Garut.

“Nasi liwet tiap daerah beda-beda, misalkan nasi liwet Bungbulang dengan Pameungpeuk, itu berbeda, dan itu menjadi keragaman,” tutur Agus seraya menyebutkan ada juga jenis nasi liwet domba Garut, sehingga keragaman itu bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk dinikmati wisatawan.

Baca Juga:   Setelah Lama Sepi Karena Pandemi Covid-19, Kuliner Garut Kini Kembali Ramai

Ia berharap Festival 1.000 Liwet menjadi ruang bagi setiap daerah dalam mengenalkan ciri khas nasi liwetnya, dan ke depan bisa disajikan di tiap restoran maupun rumah makan di Garut. “Artinya bagaimana kita bisa menciptakan kreativitas makanan dari menunya, sekaligus dalam pemajuan kebudayaan,” pungkas Agus. (Ant)

.

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *