Berita

Hasil Penyelidikan Polisi, Penyebab Kebakaran Hutan di Gunung Guntur karena Ulah Kelompok Remaja

×

Hasil Penyelidikan Polisi, Penyebab Kebakaran Hutan di Gunung Guntur karena Ulah Kelompok Remaja

Sebarkan artikel ini
Sejumlah petugas berupaya memadamkan api yang membakar lahan hutan di Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Kamis (7/9/2023).

GOSIPGARUT.ID — Kepolisian Resor Garut menyampaikan hasil penyelidikan penyebab kebakaran hutan di Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, karena adanya ulah kelompok remaja yang melakukan pendakian, kemudian membuat api dengan bahan bakar tanaman kering untuk menghangatkan tubuh yang pada akhirnya api menjalar membakar hutan.

“Untuk penyebab kebakaran Kamis(7/9/2023) sudah diketahui yakni karena kelalaian anak-anak SMP usia 13 tahun,” kata Kepala Kepolisian Sektor Tarogong Kaler Iptu Sona Rahadian Amus, Minggu (10/9/2023).

Ia menuturkan kobaran api membakar kawasan hutan Gunung Guntur di Blok Tegal Malaka, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (7/9/2023) menghanguskan tanaman alang-alang, dan pohon yang tumbuh di daerah itu. Kebakaran hutan tersebut berhasil dipadamkan selama sehari dengan melibatkan banyak petugas gabungan.

Baca Juga:   Jadi Kabupaten Terbaik dalam Pengendalian Inflasi, Garut Dapat Hadiah Rp10 Miliar Lebih

Sona menyampaikan, hasil penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan keterangan sejumlah saksi diketahui ada sekelompok remaja yang melakukan pendakian dan terlihat mencurigakan.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap remaja pelajar SMP tersebut dan mengakui telah membakar tanaman kering untuk menghangatkan suhu dari kondisi dingin di gunung tersebut, yang pada akhirnya terjadi kebakaran.

“Mereka iseng bolos sekolah pagi-pagi naik ke Tegal Malaka bikin api dengan cara bakar rumput karena cuaca dingin, dari situ penyebabnya,” kata Sona.

Baca Juga:   Antisipasi Bencana, 30 Ribu Pohon Ditanam di Lereng Gunung Guntur

Ia menyampaikan, akibat perbuatannya itu api terus menjalar ke tanaman lainnya, mereka bukannya berupaya memadamkan kobaran api melainkan kembali turun gunung meninggalkan titik api hingga terjadi kebakaran yang cukup besar.

Kebakaran itu, lanjut Sona, akhirnya dapat diketahui masyarakat sekitar kaki gunung, kemudian bersama petugas gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan tersebut.

“TNI-Polri bersama Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, relawan, dan lainnya langsung melakukan upaya pemadaman,” ujarnya.

Akibat perbuatan remaja itu, kepolisian sudah memberitahukan kepada pihak sekolah dan orang tua mereka untuk diberikan pembinaan dan pemahaman tentang potensi bahaya kebakaran hutan di kawasan Gunung Guntur.

Baca Juga:   Lewat Jobfair 2024, Pemkab Garut Buka 7000 Lapangan Pekerjaan untuk Perbankan dan Pariwisata

“Kami juga berikan pemahaman kepada pihak lainnya, jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi, jangan sampai akibat kelalaian ini menyebabkan kerugian lebih jauh,” kata Sona.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam mencatat luas lahan hutan yang terbakar sekitar 59,24 hektare dengan jenis tanaman yang terbakar yakni alang-alang, kaliandra, dan beberapa pohon pinus. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *