GOSIPGARUT.ID — Pemadanan (pencocokan) data penerima bansos program keluarga harapan (PKH), sembako, dan bantuan sosial tunai (BST) dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di Kabupaten Garut rampung sudah, Sabtu (27/3/2021).
“Sampai tenggat waktu (deadline) pada pukul 23:59 WIB, Kabupaten Garut berada pada 81,44 persen dari data 380.793 atau data yang berhasil diperbaiki mencapai 310.329,” demikian dijelaskan Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Garut, Aceng Ahmad Khotib, Minggu (28/3/2021).
Ia menuturkan, berhasilnya perbaikan data melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG) itu berkat perjuangan para pihak, mulai dari pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), fasilitator desa, dan Dinas Sosial, atas instruksi Sekda Garut Nurdin Yana.
“Terkait kendala paling krusial dalam pemadanan ini, adalah masih banyaknya data KTP yang belum padan (cocok). Selain itu masih banyak warga yang belum memiliki KTP elektronik,” kata Aceng.
Ia mengaku gembira dengan hasil yang diraih dalam pemadanan data tersebut. Karena bagaimanapun hasil yang diraih itu menunjukan proses kinerja yang cukup bagus yang sebelumnya meraih hasil di bawah 50 persen.
“Dibanding kabupaten lain di Jawa Barat, Garut mempunyai data pemadanan paling banyak. Alhamdulilah berkat kerja keras para pendamping PKH di setiap kecamatan, data itu bisa naik secara signifikan. Kita pun apresiasi bagi temen-temen TKSK dan para fasilitator di setiap desa yang bersama para pendamping PKH mengejar pengerjaan data sesuai yang diharapkan,” ujar Aceng.
Kegembiraan yang sama dirasakan oleh pendamping PKH Kecamatan Cisewu, Randi Hayatul Husna. Menurutnya, delapan dari sembilan desa berhasil 100 persen dalam pemadanan data penerima bansos PKH, sembako, dan BST dengan data Disdukcapil tersebut.
“Hanya Desa Nyalindung yang baru 97 persen. Padahal jika melihat kondisi geografis, desa-desa di kecamatan Cisewu keadaan kurang bagus sinyal provider internetnya. Namun dengan semangat dari berbagai pihak, meskipun proses pemadanan harus dilakukan di saung sawah yang ada sinyal maupun harus menginap di wilayah Desa Cisewu yang memiliki sinyal bagus,” ujar dia.
Randi berharap kegiatan yang dilakukannya itu bermanfaat untuk seluruh warga penerima bansos PKH, sembako, dan BST. Sehingga nanti tidak ada lagi bantuan yang bermasalah data kependudukannya, terlambat, dan sesuai dengan kelayakan penerima bansos. ***



.png)











