Berita

Pembongkaran Rumah Reaktivasi KA Cibatu — Garut Sudah 30 Persen

×

Pembongkaran Rumah Reaktivasi KA Cibatu — Garut Sudah 30 Persen

Sebarkan artikel ini
Petugas PT KAI sedang mendata rumah warga yang bakal terdampak atas upaya reaktivasi rel kereta api jalur Cibatu -- Garut. (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — PT Kereta Api Indonesia (PTKAI) menyatakan, upaya pembongkaran rumah terdampak jalur rel kereta api stasiun Cibatu — Garut di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan selesai akhir Februari 2019.

“Kami targetkan di akhir Februari (2019) sudah selesai (pembongkaran),” kata Kepala PT KAI Daop 2 Bandung, Saridal saat penyerahan bantuan program CSR bagi masyarakat Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Kamis (31/1/2019).

Ia menuturkan, program reaktivasi jalur rel kereta api Stasiun Cibatu-Garut sudah mulai dilakukan di wilayah Kecamatan Cibatu. “Pembongkaran dimulai dari wilayah Cibatu dulu,” katanya.

Baca Juga:   Sudah Disiapkan KA Pertama yang akan Layani Jalur Cibatu-Garut

Saridal mengungkapkan, tahap awal memberikan biaya bongkar bagi rumah masyarakat yang terdampak pembangunan jalur rel kereta api. Dana yang diberikan, sebesar Rp250 ribu per meter persegi, yang pemberiannya langsung melalui rekening bank warga terdampak pembangunan jalur rel kereta api.

“Uang bongkar yang sudah diserahkan baru 50 persen, sekarang sedang proses di bank untuk cetak buku dan kartu ATM,” ujar dia.

Baca Juga:   Pegiat Lingkungan Tolak Perubahan Status CA Papandayan dan Kamojang

Camat Cibatu, Sardiman Tanjung mengatakan, sebagian warga yang terdampak pembangunan jalur kereta api sudah membongkar rumahnya masing-masing. Mereka telah mendapatkan uang kerohiman dari PTKAI yang dapat digunakan untuk biaya tambahan membangun rumah di tempat lain.

“Warga yang terdampak semuanya sudah siap pindah, dan selama ini mereka tidak terbengkalai,” kata camat.

Baca Juga:   Pedagang Pasar Mawar Minta Disiapkan Tempat Relokasi yang Aman

Sementara itu, jalur rel kereta api Stasiun Cibatu-Garut yang melintasi kawasan Garut bagian utara itu sudah tidak aktif sejak tahun 1982.

PT KAI bersama Pemerintah Provinsi Jabar berupaya mengaktifkan kembali jalur tersebut untuk menunjang transportasi massal masyarakat Garut, sekaligus untuk mendongkrak sektor pariwisata di Garut. (Ant/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *