Berita

Tarawih Perdana Ramadan 1447 H, Bupati Garut Minta Maaf atas Kinerja Pemkab dan Tegaskan ASN Tak Boleh Kendur

×

Tarawih Perdana Ramadan 1447 H, Bupati Garut Minta Maaf atas Kinerja Pemkab dan Tegaskan ASN Tak Boleh Kendur

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan permohonan maaf pada pelaksanaan salat tarawih pertama bulan Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Rabu malam (18/02/2026).

GOSIPGARUT.ID — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (18/2/2026) malam, saat ribuan jemaah mengikuti salat tarawih pertama Ramadan 1447 Hijriah. Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati Abdusy Syakur Amin untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus pesan strategis kepada masyarakat dan jajaran aparatur pemerintah.

Salat tarawih dipimpin Ketua DKM Masjid Agung Garut, K.H. Muhammad Sufina. Dalam sambutannya, Syakur secara terbuka mengakui masih adanya kekurangan dalam pelayanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kepada masyarakat.

Dina ieu kasempatan, salaku pribados sareng rengrengan Pemerintah Kabupaten Garut nyungkeun neda dihapunten dina sagala kakirangan salami ieu dina melayani masarakat,” ujar Syakur, yang kemudian diterjemahkan sebagai permohonan maaf atas segala kekurangan selama ini dalam melayani masyarakat.

Baca Juga:   Lantik 7 Kades PAW, Bupati Garut Beri Tugas Khusus: Cari Anak Putus Sekolah dan Bantu Mereka Kembali Belajar

Permohonan maaf tersebut disampaikan di hadapan jemaah sebagai bentuk refleksi dan komitmen perbaikan di bulan suci. Syakur mengajak Ramadan dijadikan momentum introspeksi, memperkuat ibadah, serta mempererat kepedulian sosial.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dengan memperbanyak tadarus Al Quran dan amalan lainnya. Menurut dia, peningkatan kualitas ibadah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam kesempatan itu, Syakur juga menyoroti produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Ramadan. Ia memastikan jam kerja ASN di lingkungan Pemkab Garut dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB.

Baca Juga:   Dinas Sosial Garut Sesalkan Pengumpulan Calon KPM BPNT Cisewu Sebelum Tersedia Sembako

Penyesuaian tersebut, kata dia, dimaksudkan agar pegawai dapat memulai aktivitas lebih pagi setelah salat subuh dan tadarus, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Janten ulah jadi alesan pami sasih saum produktivitas etos kerja janten ngirangan,” tegasnya, mengingatkan agar puasa tidak dijadikan alasan menurunnya etos kerja.

Selain aspek pelayanan, Syakur juga menitipkan pesan mengenai ketertiban dan kenyamanan lingkungan selama Ramadan. Ia menyoroti tiga aspek kebersihan yang harus dijaga, yakni kebersihan fisik, kebersihan hati, dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga:   Peduli Keselamatan di Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Gaungkan K3 kepada Pengemudi Truk

Menurut dia, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga momentum membangun disiplin, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kesalehan sosial.

Menutup arahannya, Syakur berharap suasana religius Ramadan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Garut secara menyeluruh, dengan dukungan masyarakat dan aparatur yang tetap produktif serta berintegritas. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *