GOSIPGARUT.ID — GOSIPGARUT.ID — Setelah sekian lama vakum dari berbagai kegiatan kemasyarakatan, Karang Taruna Baraya Lembur RW 05 Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, kembali memperlihatkan taringnya. Memanfaatkan momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, para pemuda di kawasan pelosok Garut Selatan ini menggelar serangkaian kegiatan olahraga, hiburan rakyat, hingga perhelatan keagamaan pada 27–30 Agustus 2026.
Kembalinya aktivitas pemuda ini ditandai dengan beragam ajang kompetisi dan seni tradisional yang melibatkan seluruh lapisan warga. Di bidang olahraga, panitia menyelenggarakan turnamen bola voli remaja-kolot (remako) putra-putri serta turnamen futsal tingkat PAUD dan SD.
Sementara di panggung kesenian, warga disuguhi pertunjukan Reog, parade karnaval, tradisi Ngubek Balong, hingga Tabligh Akbar. Puncak perayaan ditutup dengan pertunjukan seni atraksi tradisional Lais.
Ketua Karang Taruna Baraya Lembur RW 05 Desa Panggalih, Gin Gin Ginanjar, menegaskan bahwa rangkaian agenda ini merupakan fondasi awal untuk membangkitkan kembali potensi kepemudaan yang sempat meredup. Menurutnya, momentum kemerdekaan menjadi titik balik yang tepat untuk menggalang persatuan warga.
”Alhamdulillah tahun ini saya dan teman-teman para pemuda di sini bisa kembali menghidupkan roda organisasi melalui wadah Karang Taruna setelah sekian tahun dirasakan kurang bergeliat,” ujar Gin Gin.
Ia menambahkan, perayaan ini tidak sekadar menjadi ajang seremoni tahunan. Karang Taruna telah merancang agenda berkelanjutan yang berfokus pada kemandirian ekonomi pemuda desa.
”Meski dengan kegiatan yang cukup sederhana, paling tidak ini sebagai langkah awal untuk merespons para pemuda supaya bangkit, kreatif, dan inovatif,” kata Gin Gin.
“Kedepannya kami berencana menggelar kegiatan yang kontinu, seperti pelatihan dan pengembangan pertanian selada bokor, budidaya ikan lele, serta kegiatan lain yang bisa menambah penghasilan para pemuda di desa,” tambahnya.
Langkah dinamis para pemuda Panggalih mendapat apresiasi penuh dari tokoh pemuda setempat, Latief Rochyana. Ia menilai inisiatif ini penting untuk memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan di wilayah perdesaan.
”Pemuda adalah garda terdepan dalam pembangunan. Saya mengapresiasi kegiatan Karang Taruna Baraya Lembur ini. Dari hal sederhana, mudah-mudahan ini jadi jembatan dan motor penggerak dalam pemberdayaan masyarakat,” tutur Latief.
Ia menyoroti tantangan sosial yang dihadapi generasi muda di era globalisasi, termasuk ancaman penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kegiatan positif di tingkat RW dinilai menjadi benteng efektif untuk menangkal pengaruh negatif tersebut.
”Perkembangan zaman menjadi tantangan tersendiri. Maraknya kabar penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan terlarang harus kita bentengi melalui aktivitas yang lebih positif dan bermanfaat, apalagi mereka saat ini sedang disiapkan menjadi bagian dari Generasi Emas 2045,” tegasnya. ***



.png)
















