GOSIPGARUT.ID — Niat mengecek lokasi hajatan pernikahan berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi Ade Ana Rojana (27). Warga Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, itu tersesat dan terjebak berjam-jam di kawasan hutan Blok Legok Demplon, Desa Pangeureunan, setelah mengikuti petunjuk aplikasi Google Maps.
Ade Ana akhirnya berhasil dievakuasi personel Polsek Limbangan Polres Garut pada Kamis dinihari (5/2/2026), setelah kelelahan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan di tengah medan hutan yang licin dan berlumpur.
Peristiwa bermula pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, Ade Ana berangkat menuju Kampung Kubang, Desa Pangeureunan, untuk mengecek lokasi hajatan pernikahan. Karena tidak mengetahui jalur menuju lokasi dan hanya menerima tautan titik lokasi tanpa dijemput, ia memutuskan mengandalkan aplikasi navigasi digital.
Namun, petunjuk arah yang diikuti justru membawanya masuk semakin jauh ke kawasan hutan. Seiring waktu, kondisi medan yang sulit membuat korban kelelahan hingga akhirnya terpaksa berhenti dan bertahan di tengah hutan.
Laporan mengenai warga yang tersesat tersebut diterima Polsek Limbangan sekitar pukul 21.00 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung bergerak melakukan koordinasi dan pencarian, meski evakuasi harus dilakukan pada malam hari dengan kondisi medan yang cukup ekstrem.
Proses evakuasi dilakukan oleh personel Polsek Limbangan, yakni Bripka Andri Nugraha, Briptu Atep Lesmana, Briptu Maulana Firdaus, dan Bripda Helmy Danial Ulum. Setelah upaya pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 02.00 WIB dalam keadaan sehat dan selamat.
Kapolsek Limbangan AKP Masrokan mengatakan, keberhasilan evakuasi tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dan tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi digital, terutama saat melintasi wilayah terpencil atau kawasan hutan.
“Penggunaan aplikasi peta harus dibarengi kewaspadaan dan pengetahuan kondisi wilayah. Jika ragu, sebaiknya bertanya kepada warga sekitar atau meminta pendamping,” kata Masrokan. ***














