Berita

Kedes Cisewu Seperti Terhipnotis oleh Kades Panggalih Sampai Mau Pinjamkan Uang BLT Rp37,5 Juta

×

Kedes Cisewu Seperti Terhipnotis oleh Kades Panggalih Sampai Mau Pinjamkan Uang BLT Rp37,5 Juta

Sebarkan artikel ini
Kwitansi pinjaman uang Rp37,5 juta dari Kades Cisewu, Cecep Supriadi, oleh Kades Panggalih, Wahyu.

GOSIPGARUT.ID — Kepala Desa (Kades) Cisewu, Cecep Supriadi, mengaku bahwa dirinya merasa seperti terhipnotis oleh Wahyu, Kades Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, ketika meminjam uang kepadanya pada 7 Desember 2023 lalu.

Waktu itu Cecep tak berpikir panjang dan langsung memberikan pinjaman sebesar Rp37,5 juta karena tergiur oleh iming-iming Wahyu bahwa pinjaman tersebut akan segera dikembalikan dalam waktu tiga hari berikut bunganya yang relatif besar.

Padahal, dengan meminjamkan uang kepada Wahyu itu Cecep harus diprotes warganya karena urung membayar program bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) untuk 60 kelompok penerima manfaat (KPM) di Desa Cisewu.

Cecep pun harus dibuat pusing mencari dana talang untuk membayar BLT itu karena pengembalian dana yang dipinjam Kades Wahyu hingga kini belum dibayar juga.

“Saat dia meminjam uang kepada saya pada 7 Desember 2023, Kades Wahyu berjanji akan segera mengembalikan uang pinjaman itu segera dalam waktu tiga hari ke depan. Ia bilangnya pada tanggal 10 Desember uang dikembalikan berikut bunganya. Bahkan Kades Wahyu akan memberikan dana pinjaman kepada saya dari pihak ketiga yang lumayan besar,” terang Cecep.

Baca Juga:   Mengenang Syekh Ali Jaber, Angkat Anak Pemulung Viral dari Garut

Pria yang baru dua tahun menjabat sebagai Kades Cisewu itu mengakui bahwa dirinya memang ceroboh dan begitu gampang memberikan pinjaman kepada orang berpotensi melakukan “wanprestasi” (tidak dapat memenuhi) terhadap janji atau utangnya. Apalagi dana yang dipinjamkannya itu merupakan “uang panas” yang harus segera dibagikan kepada penerima BLT.

Cecep menjelaskan, pada 7 Desember 2023 dirinya mencairkan dana BLT DD dari Bank BJB sebesar Rp54 juta yang diperuntukkan bagi 60 KPM, di mana setiap KPM akan mendapatkan Rp900 ribu untuk pembayaran BLT selama tiga bulan yakni Oktober, November, dan Desember 2023.

Ia menambahkan, setelah mencairkan uang BLT dari bank, datang tawaran dari Kades Panggalih, Wahyu, bahwa dirinya bisa mendatangkan dana talang dari pihak ketiga yang lumayan besar. Sedangkan syarat untuk mengucurkan dana talang itu, Wahyu harus melunasi dulu beban utang yang lalu kepada pihak ketiga sebesar Rp37,5 juta.

Baca Juga:   Kades Panggalih Garut Jadi Sorotan Publik, Antara Pembangunan Desa dan Polemik Dugaan Intimidasi

Maka, agar Cecep bisa mendapatkan dana talang dari pihak ketiga, Cecep harus meminjamkan uang kepada Wahyu untuk menutup beban utangnya terdahulu kepada pihak ketiga.

“Waktu itu sepertinya saya terhipnotis oleh ucapan Kades Wahyu, begitu saya dijanjikan akan mendapat dana talang lumayan besar asal saya memberi pinjaman sebesar Rp37,5 juta untuk membayar utang dia kepada pihak ketiga, saya langsung memberikan uang yang baru dicairkan itu kepada Kades Wahyu,” papar Cecep.

“Kades Wahyu berjanji akan mengembalikan dana pinjaman berikut dana talang dari pihak ketiga kepada saya pada tanggal 10 Desember 2023. Ya, karena waktu pinjamannya tidak lama dan akan memberi dana talang itu, akhirnya saya memberikan separuh uang BLT tersebut kepadanya,” lanjut dia.

Tapi apa yang terjadi? Ternyata hingga waktu yang dijanjikan, Kades Panggalih tidak membayar uang yang dipinjamnya dari Kades Cecep. Begitu pula janji akan memberikan dana talang dari pihak ketiga tidak dipenuhinya sampai sekarang, sehingga Cecep kelimpungan karena diprotes oleh KPM BLT yang semestinya sudah menerima BLT tersebut selepas dicairkan dari bank.

Baca Juga:   Camat Tunjuk Beben Sopandi Sebagai Pelaksana Harian Kades Cisewu, Pj Nunggu Sebulan

“Sekarang saya sedang pusing mencari dana untuk membayar BLT kepada 60 KPM yang uangnya belum dikembalikan oleh Kades Panggalih. Saya sudah diultimatum bahwa pada pertengahan Januari 2024 uang BLT DD harus segera dibagikan kepada KPM,” tandas Cecep, saat dikonfirmasi Sabtu (6/1/2024).

Sementara itu Kades Panggalih, Wahyu, saat dikonfirmasi terpisah mengenai keluhan Kades Cecep bahwa dirinya dibuat pusing karena telah meminjamkan uang BLT kepada Wahyu dan hingga kini belum dibayar juga, tidak banyak menjawab pertanyaan GOSIPGARUT.ID.

Di ujung telepon Wahyu hanya bilang, “Eta ceuk saha? (Itu kata siapa)?” Selanjutnya diam tidak menjawab meski beberapa pertanyaan seputar pinjaman uang BLT dari Kades Cisewu diajukan kepadanya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *