Berita

Kades Panggalih Sindir Kontraktor Pelit, Hanya Diberi Rp200 Ribu dari Proyek Jalan Usaha Tani

×

Kades Panggalih Sindir Kontraktor Pelit, Hanya Diberi Rp200 Ribu dari Proyek Jalan Usaha Tani

Sebarkan artikel ini
Pengerjaan proyek jalan usaha tani (JUT) di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Wahyu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak kontraktor proyek jalan usaha tani (JUT) yang dinilainya terlalu pelit. Ia menyebut, dari proyek yang sedang dikerjakan di wilayahnya itu, dirinya hanya menerima uang sebesar Rp200 ribu dari pihak pelaksana.

“Kaget saya mah, pemborong jalan usaha tani itu pelitnya. Dikira akan memberi uang besar, ternyata hanya Rp200 ribu,” ujar Wahyu, Rabu (30/7/2025).

Menurut dia, jumlah uang yang diterimanya itu sangat tidak sebanding dengan tanggung jawab dan peran pemerintah desa dalam mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Ia juga menilai sikap kontraktor tersebut kurang menghormati perangkat desa.

Baca Juga:   Surat Terbuka Pengurus Koperasi Garut untuk Presiden: “Kami Rela Berjuang Tanpa Upah, Tapi Kenapa Diperlakukan Begini?”

Teu baleg pemborong téh, Kang. Di desa téh lain ukur kuring. Duit Rp200 rebu mah jaman kiwari ukur mahi keur dua bungkuseun roko (Tidak elok pemborong itu, di desa bukan hanya saya. Uang Rp200 ribu jaman sekarang hanya cukup untuk dua bungkus rokok),” ucap Wahyu dengan nada menyindir.

Meski demikian, Wahyu menyatakan dirinya tidak keberatan dengan jumlah uang pemberian dari pelaksana yang tidak seberapa, sebab yang penting baginya adalah proyek tersebut berjalan dengan baik, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Baca Juga:   Desa Karangsewu Dapat Bantuan 35 MCK dari Program Sandes Padat Karya

“Tidak apa-apa soal berapa saya dapatkan uang, yang penting pelaksanaan proyek itu berjalan lancar dan selamat. Karena bagaimana pun, pada akhirnya keuntungan dari proyek itu akan dirasakan oleh warga dan pihak desa,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa proyek jalan usaha tani tersebut merupakan bagian dari program aspirasi anggota DPRD Kabupaten Garut, berlokasi di Kampung Batuabig, Desa Panggalih, dan dikerjakan oleh pihak ketiga atau kontraktor.

Baca Juga:   Ada Kampung Pancasila di Cikelet, Minggu Kemarin Diresmikan Bupati Garut

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kontraktor terkait keluhan yang disampaikan Kepala Desa Panggalih tersebut. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Respon (4)

    1. Nah ini.. perbaikan di desa sendiri loh, untuk mereka sendiri… Harusnya malah bantu kontraktor supaya jalan nya bagus

    2. Ini ciri mental pejabat
      yg korup plus blo’on seharusnya kades tidak berhak menerima uang sepeserpun dari kontraktor, jika menerima termasuk gratifikasi tetapi di indo ini sudah menjadi budaya apabila kontraktor TDK ngasih dianggap pelit atau menyalahi kebiasaan, seharusnya kades seperti ini dipidana biar lapok

  1. Ruksak ruksak, aib sorangan ngadon di up ngerakeun angguran mah di bantuan ngadon dipenta jatprem, aturan mah di dukung da jalan geunah mah ke ge karasa ku sorangan

    Hade pisan gosip Garut ngajieun berita teh ngawiwirang sorangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *