GOSIPGARUT.ID — Seorang lansia purnawirawan TNI bernama Mayor (Purn) Erik Supratman (68) menyampaikan harapan sederhana dari balik kondisinya yang lemah saat berbaring di ranjang Panti Wreda Griya Lansia Garut. Erik mengaku pernah menjadi ajudan Dedi Mulyadi ketika yang bersangkutan menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode.
Kisah itu disampaikan Erik kepada anggota DPR RI asal Garut, Imas Aan Ubudiyah, yang belum lama ini berkunjung menengoknya. Dalam pertemuan tersebut, Imas mengatakan bahwa Erik menitipkan pesan dan harapan agar dapat bertemu serta disapa langsung oleh Dedi Mulyadi.
“Pas saya bertemu, beliau bercerita ingin disampaikan kepada Pak Gubernur. Mudah-mudahan jadi wasilah beliau yang sedang terkena stroke ini,” ujar Imas.
Imas menjelaskan, saat ini Erik dirawat di panti lansia di Garut dan mendapatkan perawatan dari pengelola panti. Namun, di balik perawatan tersebut, Erik menyimpan kisah pilu. Ia mengaku ditinggalkan oleh istrinya dan kehilangan KTP, sehingga kesulitan mengurus berbagai keperluan administratif.
“Beliau ingin bertemu, ingin disapa oleh Pak Gubernur. Kebetulan beliau sedang tertimpa musibah, ditinggalkan oleh istrinya dan katanya KTP-nya tidak ada,” kata Imas.
Dalam dialog yang berlangsung penuh empati, Erik menceritakan bagaimana dirinya bisa sampai di panti lansia. Ia mengaku awalnya dibawa berobat oleh istrinya, namun kemudian tidak lagi diurus hingga akhirnya berada di panti.
“Istri,” ujar Erik lirih saat ditanya siapa yang meninggalkannya. Ia menyebut istrinya berasal dari kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Erik mengungkapkan bahwa ia memiliki dua orang anak, masing-masing seorang perempuan dan seorang laki-laki. Namun, hingga kini belum ada yang merawatnya secara langsung. Kondisi fisiknya yang menurun akibat stroke membuat tangan dan kakinya sulit digerakkan.
Ia juga menuturkan persoalan harta yang hingga kini belum bisa ia akses. Erik mengaku pernah menjual tanah di kawasan Ciapus dengan nilai sekitar Rp130 juta. Namun, uang tersebut tak bisa diambil karena KTP miliknya disebut dipegang oleh sang istri.
“Ke bank harus pakai KTP, jadi enggak bisa diambil,” kata Erik. Ia juga menyebut proses perceraian yang membuat seluruh asetnya, mulai dari rumah, mobil, hingga uang, habis.
Mendengar kisah tersebut, Imas berusaha menguatkan Erik dan mendoakan kesembuhannya. Ia berharap perhatian dari berbagai pihak dapat menjadi jalan pemulihan bagi mantan perwira TNI tersebut.
“Mudah-mudahan dengan wasilah kedatangan Pak Gubernur ke sini, beliau menjadi sehat walafiat, bisa berjalan lagi,” ujar Imas.
Imas pun berjanji akan kembali menjenguk Erik. “Banyak yang sayang ke Bapak. Nanti saya ke sini lagi, kalau bisa berjalan nanti saya ajak jalan-jalan,” ucapnya. ***


.png)











