GOSIPGARUT.ID — Suasana tenang di sebuah deretan rumah kos di Kampung Maktal, Desa Paminggir, Garut Kota, mendadak berubah mencekam, Sabtu (29/11/2025) siang. Aroma menyengat yang tercium sejak pagi membuat warga resah hingga akhirnya memutuskan mencari sumbernya. Mereka tak menyangka, bau tersebut berasal dari jasad seorang pria yang telah membusuk di dalam kamar kos.
Temuan itu segera dilaporkan ke Kepolisian Resor Garut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin, menyebut pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
“Sudah ke TKP, tidak ada tanda kekerasan,” ujar Joko.
Korban diketahui bernama Heri Setiadi, pria kelahiran 1973, warga Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Ia ditemukan dalam posisi telungkup di antara area kamar mandi dan ruang tidur. Menurut polisi, jasad Heri diperkirakan sudah beberapa waktu tidak ditemukan hingga tubuhnya mengeluarkan bau menyengat.
Korban Dikenal sebagai Pekerja Salon
Di lingkungan sekitar, Heri dikenal sebagai pekerja salon di wilayah Garut. Seorang warga bernama Adi (39) menjadi orang pertama yang menemukan jasad tersebut setelah mencium bau yang tidak biasa.
“Saya lihat kondisinya sudah membusuk, posisinya telungkup,” tutur Adi.
Warga yang mengenali korban menuturkan bahwa Heri tidak memiliki riwayat konflik dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang.
Setelah mengevakuasi jasad, polisi memasang garis polisi di sekitar kamar kos. Jenazah Heri kemudian dibawa ke RSUD dr. Slamet Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai takdir.
“Keluarga menerima sebagai takdir, keberatan untuk dilakukan autopsi,” kata Joko.
Meski tidak ditemukan tanda kekerasan, kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban. Penyelidikan diarahkan pada rekam jejak aktivitas korban beberapa hari terakhir serta kondisi medis yang mungkin menjadi faktor.
“Sedang kami dalami,” tegas Joko. ***

.png)




















