GOSIPGARUT.ID — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Garut terpilih, Agil Sahrizal, menegaskan komitmennya untuk membawa KNPI ke arah yang lebih mandiri dan progresif. Sebagai langkah awal, Agil merenovasi gedung lama KNPI Garut menggunakan dana pribadi, sekaligus menandai semangat baru kepemimpinan pemuda di daerah tersebut.
“Kita masih dalam tahap persiapan rapat formatur. Insya Allah, jika tidak ada halangan, pelantikan akan dilaksanakan pada akhir Oktober, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” kata Agil usai membuka Musyawarah Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Garut di SMK Muhammadiyah, Jalan A. Yani, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya, struktur kepengurusan KNPI Garut telah mencapai 90 persen dan hanya menunggu rapat formatur pleno untuk pengesahan serta pengajuan surat keputusan (SK). Agil memastikan, posisi Sekretaris akan diisi oleh Okky Caressa, sementara jabatan Bendahara dipercayakan kepada Rendy Apriliando.
“Sekretaris sementara kemungkinan diisi Kang Okky Caressa berdasarkan hasil rapat formatur pertama. Untuk bendahara direncanakan Kang Rendy Apriliando,” ujarnya.
Bangun Kemandirian Pemuda Garut
Agil menegaskan bahwa kepemimpinannya akan berfokus pada kemandirian organisasi tanpa ketergantungan pada pemerintah daerah.
“Ke depan, apapun bentuk kegiatan yang bisa kita lakukan sendiri meski dengan cara patungan, akan kita jalankan. Kita ingin membuktikan bahwa KNPI bisa berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.
Renovasi gedung KNPI Garut menjadi simbol awal dari perubahan itu. Agil menyebut, gedung tersebut akan dijadikan ruang kreatif dan pusat kegiatan bagi para pemuda Garut.
“Gedung KNPI ini harus hidup kembali, menjadi rumah dan ruang bagi ide-ide besar pemuda Garut,” ujarnya.
Dorong IPM Jadi Subjek Perubahan
Dalam kesempatan yang sama, Agil menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musda ke-22 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Garut, yang menurutnya telah menjadi wadah penting dalam pembinaan karakter pelajar.
“Dua puluh dua tahun bukan usia yang muda. Harapannya, IPM tidak hanya menjadi objek pembinaan, tapi juga subjek perubahan di tengah tantangan era digital,” ujar Agil.
Ia menilai, jiwa sosial pelajar masa kini semakin memudar, sehingga minat terhadap dunia organisasi perlu kembali ditumbuhkan.
“Saya berharap IPM bisa menjadi pelopor kebangkitan pelajar yang aktif dan berpengaruh di Garut,” ucapnya.
Agil juga menegaskan bahwa KNPI, IPM, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) akan menjadi tiga pilar penting dalam membangun ekosistem kepemudaan yang solid dan produktif di Kabupaten Garut.
“KNPI akan menjadi rumah besar bagi semua pemuda, pelajar, dan mahasiswa. Di sini, kita bukan hanya bicara gagasan, tapi juga tindakan nyata,” tutup Agil. (Yuyus)



.png)









