GOSIPGARUT.ID — Tiga desa di Kecamatan Cisewu berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi bagian dari 10 desa tercepat yang melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025 sebelum jatuh tempo di Kabupaten Garut.
Ketiga desa tersebut adalah Pamalayan, Nyalindung, dan Karangsewu. Capaian ini diumumkan dalam Apel Gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, di Lapangan Setda Garut, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Senin (22/9/2025).
Acara tersebut dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada 10 desa tercepat melunasi PBB. Putri Karlina menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada desa-desa yang dinilai berhasil menuntaskan tantangan berat dalam pemungutan pajak.
“Tugas kepala desa tidak hanya bagaimana memikirkan desa bisa berjalan, tapi juga bagaimana masyarakat memiliki uang,” ujar Putri dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya para kepala desa menagih PBB tanpa menggunakan dana talangan. Menurutnya, hal itu hanya bisa dicapai melalui komunikasi intensif dengan warga serta memberikan solusi ketika masyarakat menghadapi kesulitan membayar pajak.
Lebih jauh, Putri menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada penyaluran bantuan sosial, melainkan juga berupaya membangun ekosistem ekonomi yang ramah bagi masyarakat. Ia mendorong agar desa mengaktifkan BUMDes dan program pemberdayaan lainnya, sehingga warga bisa memiliki penghasilan mandiri.
“Uang yang seharusnya membangun ini-itu malah terpakai untuk menutupi utang PBB, itu yang kita tidak mau,” tegasnya.
Putri berharap para kepala desa memiliki pola pikir lebih luas dan komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, sejalan dengan upaya Pemkab Garut yang terus melobi dukungan ke tingkat provinsi hingga pusat.
10 Desa Tercepat Lunas PBB-P2 Garut 2025:
1. Pamalayan, Cisewu
2. Nyalindung, Cisewu
3. Karangsewu, Cisewu
4. Karamatwangi, Cikajang
5. Mekarjaya, Bayongbong
6. Mekarjaya, Kersamanah
7. Sindangmekar, Wanaraja
8. Pelitaasih, Selaawi
9. Samida, Selaawi
10. Karangmulya, Malangbong
Dengan capaian ini, tiga desa di Cisewu dinilai menjadi contoh nyata bahwa kemandirian fiskal di tingkat desa bisa diwujudkan jika ada sinergi antara kepemimpinan, partisipasi masyarakat, dan dukungan pemerintah daerah. ***

.png)











