Berita

Di Depan Nelayan Rancabuaya, Wakil Bupati Garut: Hadapi Wabah Jangan Nantang

×

Di Depan Nelayan Rancabuaya, Wakil Bupati Garut: Hadapi Wabah Jangan Nantang

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman sosialisasi bahaya Covid-19 di tengah nelayan Rancabuaya. (Foto: Yan AS)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut gencar melakukan sosialisasi tentang bahayanya Covid-19 hingga tingkat bawah. Tak terkecuali di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Wakil Bupati Helmi Budiman turun langsung mensosialisasikan bahaya virus corona itu kepada mayarakat yang umumnya adalah nelayan di Pantai Rancabuaya.

Di sana, Helmi Budiman mengingatkan agar masyarakat tidak boleh menyombongkan diri, menantang, dan tidak boleh mengajak perang dalam menghadapi suatu wabah penyakit.

“Pengalaman saya dulu merangi demam berdarah, seminggu dari sana dicek saya demam berdarah. Begitupun pada Covid-19 jangan disikapi nantang, kalau mau ya berdoa. Penyikapan kita terhadap penyakit jangan sombong, dan jangan menyepelekan,” ujar dia, Jumat (11/09/2020).

Baca Juga:   Tokocrypto x Binance Beach House Gaet Lebih dari 2.500 Peserta di Coinfest Asia 2025

Helmi mengatakan, pandemi Covid-19 sudah tidak asing dalam kehidupan masyarakat saat ini. Virus yang datang ke Indonesia pada bulan Maret 2020 dibawa oleh dua orang Indonesia  yang terinfeksi dari negara Jepang. Penyakit ini disebabkan oleh virus corona jenis baru yang diberi nama SARS CoV2.

“Wabah ini terjadi di kota Wuhan Provonsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019 lalu. Kemudian ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020,” jelasnya.

Helmi menduga, penyebaran virus ini melalui percikan pernafasan yang dihasilkan selama batuk. Bisa juga melalui bersin dan pernafasan yang normal. Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui sentuhan suatu permukaan benda yang kemungkinan terkontaminasi dan menyentuh wajah seseorang.

Baca Juga:   DKM di Garut Terima CSR Rp239 Juta dari Bank BJB, Perkuat Peran Masjid di Tengah Keterbatasan Anggaran

“Penyakit ini penularannya sangat cepat dan periode waktunya di antara paparan virus kemudian muncul gejala. Biasanya dalam jangka waktu 5 hari hingga 14 harian,” ucap dia.

Adapun gejala umum pada virus ini, tambah Helmi, di antaranya ditandai dengan demam, batuk, dan sesak napas. Virus ini juga dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia dan penyakit pernapasan akut berat.

Baca Juga:   Wabup Garut Sambut Tim Klarifikasi Sri Baduga 2025, Desa Pangauban Diapresiasi Meski Belum Masuk Nominator Unggulan

Helmi menuturkan, dengan Covid-19 memang sektor ekonomi terpengaruh dan yang paling terdampak adalah sektor pariwisata. “Salah satu wisata yang sangat terpengaruh ialah wisata yang ada di tempat ini ialah Pantai Rancabuaya, karena yang paling dalam pengaruhnya ialah pariwisata,” ujarnya.

“Jadi jangan aneh, kalau saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSPB) di Rancabuaya, Santolo, Pangandaran pengunjung berkurang, tapi setelah dibuka PSBB sekarang naik lagi,” kata Helmi lagi. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *