Berita

SD GIS Prima Insani Apresiasi 467 Siswa Lewat Prima Award, Tak Hanya Prestasi Akademik yang Dihargai

×

SD GIS Prima Insani Apresiasi 467 Siswa Lewat Prima Award, Tak Hanya Prestasi Akademik yang Dihargai

Sebarkan artikel ini
SD GIS Prima Insani apresiasi 467 Siswa lewat Prima Award, tak hanya prestasi akademik yang dihargai.

GOSIPGARUT.ID — SD Garut Islamic School (GIS) Prima Insani kembali menggelar Prima Award sebagai bentuk penghargaan kepada ratusan peserta didik yang dinilai menunjukkan perkembangan positif selama menempuh pendidikan. Tahun ini, sebanyak 467 siswa mendapat apresiasi atas berbagai kemampuan, karakter, dan prestasi yang mereka miliki.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari program tahunan sekolah yang digelar di Aula Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Minggu (14/6/2026), bertepatan dengan acara pelepasan siswa kelas VI.

Kepala SD GIS Prima Insani, Puji Fauziah, S.Pd, mengatakan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap beragam potensi yang dimiliki siswa. Menurutnya, keberhasilan anak tidak semata-mata diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari karakter dan keterampilan yang ditunjukkan selama proses belajar.

“Kami mengapresiasi semua kemampuan atau skill anak-anak. Jadi bukan hanya bidang akademik saja, tetapi kemampuan lainnya juga kami apresiasi,” ujar Puji.

Baca Juga:   Polres Garut Bongkar Bisnis Prostitusi Online, Seorang Muncikari Berhasil Ditangkap

Ia menjelaskan, para guru melakukan pengamatan terhadap perkembangan siswa sepanjang tahun ajaran. Dari hasil pengamatan tersebut, sekolah memberikan penghargaan kepada siswa yang dinilai memiliki karakter positif, seperti berpikir kritis, inovatif, mandiri, serta aktif dalam berbagai kegiatan.

Menurut Puji, pendekatan tersebut dilakukan untuk membangun rasa percaya diri anak sekaligus memberikan ruang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai potensinya.

“Nah, yang diapresiasi itu misalnya siswa yang memiliki pemikiran kritis, inovatif, mandiri, dan karakter positif lainnya yang terlihat selama proses pembelajaran,” katanya.

Tak hanya siswa kelas VI yang menerima penghargaan, program Prima Award juga diberikan kepada seluruh peserta didik mulai dari kelas I hingga kelas V. Untuk siswa kelas VI, penghargaan diserahkan bersamaan dengan acara pelepasan, sementara siswa kelas I sampai kelas V dijadwalkan menerima penghargaan pada 20 Juni 2026.

Baca Juga:   Kenaikan dan Pelepasan Siswa Kelas 6 di SDN 1 Depok Cisompet Dimeriahkan Kreasi Seni

Puji mengungkapkan, hampir seluruh siswa di lingkungan Prima Insani memperoleh bentuk apresiasi sesuai kemampuan dan pencapaian masing-masing. Sekolah juga mencatat serta mengumumkan berbagai prestasi yang diraih siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Prestasi yang diperoleh siswa melalui berbagai perlombaan di luar sekolah pun turut mendapat perhatian dan penghargaan dari pihak sekolah.

“Kami ingin anak-anak merasa dihargai atas usaha dan pencapaian yang mereka lakukan. Ketika mereka merasa dihargai, motivasi untuk terus berkembang juga akan tumbuh,” ujarnya.

Lebih dari sekadar seremoni penghargaan dan perpisahan, Prima Award menjadi refleksi perjalanan pendidikan siswa selama menempuh pembelajaran di sekolah dasar. Momen tersebut juga menjadi penanda kesiapan siswa kelas VI untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, SD GIS Prima Insani turut menguatkan kampanye sekolah ramah anak dengan memberikan edukasi tentang bahaya perundungan atau bullying kepada para siswa.

Baca Juga:   Muncul Spanduk Syakur-Putri Terpanjang di Garut Selatan, Relawan: Agar Pasangan Santri Semakin Viral

Puji menilai, pemahaman mengenai dampak buruk bullying harus ditanamkan sejak dini agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Kami sangat mendukung program pemerintah terkait pencegahan bullying. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak,” kata dia.

Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program edukatif guna membangun budaya sekolah yang positif dan bebas perundungan.

“Kami ingin menjadi sekolah yang happy tanpa bully. Pemahaman tentang bullying harus terus diberikan secara konkret dan berkelanjutan agar anak-anak benar-benar memahami dampaknya dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Puji. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *