GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, resmi melepas 2.599 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Garut mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pelepasan dilakukan saat Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (15/6/2026).
Ribuan petugas tersebut akan menjadi ujung tombak pengumpulan data ekonomi masyarakat dan pelaku usaha yang hasilnya akan digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam arahannya, Syakur menegaskan bahwa Sensus Ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali memiliki peran penting untuk memotret kondisi ekonomi secara menyeluruh. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, camat, hingga kepala desa, turut mendukung pelaksanaan sensus agar masyarakat memahami tujuan pendataan yang dilakukan petugas.
Menurutnya, pemahaman yang baik dari masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah munculnya kesalahpahaman saat proses pendataan berlangsung di lapangan.
“Barangkali tidak ada salahnya kita undang semua sambil berjalan memberikan penjelasan apa yang menjadi esensi penyelenggaraan sensus ekonomi ini, jangan sampai salah kaprah,” kata Syakur.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Garut juga menyoroti fenomena sebagian masyarakat yang dinilai sengaja menggambarkan kondisi ekonominya lebih rendah dari keadaan sebenarnya agar masuk kategori penerima bantuan sosial.
Syakur mengingatkan bahwa praktik tersebut dapat mengganggu akurasi data dan berpotensi menimbulkan persoalan dalam penyusunan program pembangunan maupun penyaluran bantuan pemerintah.
“Ini juga secara komprehensif tidak baik. Karena akan mengaburkan kondisi yang ada di sekitar kita, dan juga saya khawatir kadang-kadang penduduk miskin kita bukan semakin berkurang bahkan semakin banyak. Bukan karena benar-benar miskin tapi ingin diakui sebagai orang yang miskin,” ujarnya.
Syakur menilai data yang tidak sesuai kondisi riil akan menyulitkan pemerintah dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat serta menentukan sasaran program yang tepat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kejujuran masyarakat saat memberikan informasi kepada petugas sensus.
Ia berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan gambaran yang akurat mengenai kondisi ekonomi Kabupaten Garut, baik pada tingkat rumah tangga maupun pelaku usaha.
Dengan melibatkan 2.599 petugas, sensus kali ini menjadi salah satu kegiatan pendataan terbesar yang dilaksanakan di Kabupaten Garut sepanjang tahun 2026. Hasilnya diharapkan dapat menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kepada seluruh petugas yang akan bertugas di lapangan, Syakur berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, kesabaran, dan tanggung jawab.
“Oleh sebab itu saya berharap para petugas, bapak ibu, bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. ***



.png)

















