Jawa Barat

Pemprov Jabar Ungkap Rincian Gaji dan Tunjangan Gubernur, Total Rp31 Miliar per Tahun

×

Pemprov Jabar Ungkap Rincian Gaji dan Tunjangan Gubernur, Total Rp31 Miliar per Tahun

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat angkat bicara soal komponen gaji, tunjangan, hingga dana operasional Gubernur dan Wakil Gubernur. Langkah ini dilakukan untuk memberikan transparansi sekaligus meluruskan pemberitaan yang menyebut gaji gubernur belum tersentuh efisiensi anggaran.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Jabar, Akhmad Taufiqurrahman, menjelaskan detail angka tersebut merujuk pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pergeseran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-Pergeseran SKPD) Nomor Sub Kegiatan 4.01.01.1.11.0001.

“Belanja gaji dan tunjangan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah totalnya Rp2.215.627.310 per tahun,” kata Akhmad di Bandung, Senin (15/9/2025).

Baca Juga:   Wamentan Bersama Pj Gubernur dan Pangdam 3 Siliwangi Hadiri Rakor yang Libatkan para Penyuluh Pertanian di Jabar

Menurutnya, jumlah tersebut terbagi atas Gaji Pokok Rp75,6 juta; Tunjangan Keluarga Rp9,8 juta; Tunjangan Jabatan Rp136,4 juta; Tunjangan Beras Rp7,1 juta; Tunjangan PPh/Khusus Rp3,5 juta; Tunjangan Pembulatan Gaji Rp1.600; Iuran Jaminan Kesehatan Rp7,78 juta; Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja Rp180 ribu; Iuran Jaminan Kematian Rp560 ribu; dan Insentif Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor Rp1,97 miliar.

Selain itu, Pemprov Jabar juga mengalokasikan Belanja Dana Operasional Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah sebesar Rp28,8 miliar, yang dihitung berdasarkan 0,15 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025.

Baca Juga:   Bazar Bayar Pakai Sampah di Balai Kota Bandung, Warga Serbu Belanja Hemat Sambil Jaga Lingkungan

“Pada infografik sempat tertulis Rp33,23 miliar, seharusnya Rp31,01 miliar per tahun,” tegas Akhmad.

Berlandaskan regulasi

Akhmad menambahkan, pemberian gaji dan tunjangan gubernur serta wakil gubernur berlandaskan aturan hukum. Antara lain PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, serta PP Nomor 59 Tahun 2000 yang mengubah ketentuan sebelumnya terkait hak keuangan maupun administratif kepala daerah.

Baca Juga:   14 Tuntutan Aksi "Indonesia Gelap" Saat Unjukrasa di Kantor DPRD Jabar

Dengan penjelasan ini, Pemprov Jabar berharap publik mendapat gambaran yang jelas soal pengelolaan anggaran daerah, sekaligus memastikan tidak ada yang keluar dari aturan yang berlaku. (Yan AS)

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *