GOSIPGARUT.ID — Ruang rapat DPRD Garut pada Senin, 8 September 2025, dipenuhi suara lantang anak muda. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Garut datang membawa segudang keresahan: dari alih fungsi lahan, pencemaran industri, tambang galian C, hingga nasib siswa miskin.
Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, tak menutupi rasa bangganya. “Saya merinding mendengar kepedulian anak-anak muda ini. Mereka bicara tentang lingkungan, pangan, dan pendidikan dengan sangat serius,” kata dia usai menerima audiensi yang dipimpin Azhar Gifari.
Para mahasiswa menyoroti masifnya konversi lahan pertanian menjadi perumahan dan kawasan industri. Mereka mendesak Bupati Garut segera membentuk tim pengendali alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sebagaimana diamanatkan Perda Nomor 3 Tahun 2016.
“Ketahanan pangan tidak bisa ditawar. LP2B harus ditegakkan,” ujar salah seorang perwakilan mahasiswa.
Soal lingkungan, mereka juga menuntut seluruh industri di Garut, terutama penyamakan kulit, memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Tanpa itu, pencemaran terus mengancam kesehatan warga.
Sorotan lain tertuju pada maraknya tambang galian C. Aliansi mahasiswa meminta Pemkab Garut menertibkan proses ekstraksi agar tidak merusak lingkungan. Mereka juga menuntut kewajiban reklamasi lahan pascatambang ditegakkan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020.
Tak berhenti di isu lingkungan, mahasiswa juga menyoroti pendidikan. Mereka meminta tambahan anggaran untuk siswa kurang mampu, pemerataan akses pendidikan di wilayah terpencil, serta penindakan tegas terhadap pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) dan praktik nakal PKBM fiktif.
Aspirasi itu kemudian dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama bupati, DPRD, dan perwakilan mahasiswa. “Dua bulan ke depan akan ada pertemuan lanjutan untuk menagih sejauh mana progresnya,” kata Yudha.
Gerakan mahasiswa ini seolah mengingatkan kembali, bahwa urusan pangan, lingkungan, dan pendidikan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan urusan hidup orang banyak. ***



.png)















